Emak Ingin Naik Haji PDF Cetak E-mail
Resensi
Rabu, 28 Oktober 2009 07:15

Jika tak ada aral, November mendatang satu lagi karya film berbalut tema religi menyerbu bioskop. Film berjudul Emak Ingin Naik Haji ini nantinya akan menjadi film yang akan menambah semarak euforia musim haji di hati umat muslim di Tanah Air.

Lantas, akankah film ini mampu menuai sukses seperti layaknya Ayat-Ayat Cinta atau juga Ketika Cinta Bertasbih yang mampu menyedot jutaan penonton? Atau sebaliknya, film yang mengadaptasi dari cerita pendek milik Asma Nadia itu justru hanya akan berumur singkat saja di bioskop?

Untuk mengkajinya memang belum rumusan pasti. Slamet Rahardjo Djarot, salah satu aktor dan produser film, selalu mengatakan bahwa untuk membuat film yang laku itu tidak ada rumusnya. ''Tetapi agar film itu bisa menarik penonton maka buat saja film itu dengan bagus,'' katanya.

Namun untuk Emak Ingin Naik Haji ini, rasanya tak ada satupun pihak yang bisa secara pasti berspekulasi untuk menilai akankah film itu meraih untung atau malah buntung. Putut Widjanarko, produser dari Mizan Production yang menjadi salah satu pihak pembuat film Emak Ingin Naik Haji, hanya bisa menyelipkan sebuah harapan: filmnya bisa sukses! Sebuah harapan yang lumrah buat orang yang telah menggelontorkan dana.

Walau tak ada rumus pasti untuk membuat film laris, namun Putut mempunyai berbagai pertimbangan ketika harus memutuskan diri untuk menyokong sebuah film. Pun demikian dengan Emak Ingin Naik Haji. ''Saat ini kita sudah mulai melakukan promosinya ke tempat-tempat pengajian,'' katanya.

Langkah semacam ini tak jauh berbeda dengan yang pernah dilakukan oleh SinemArt Pictures ketika hendak memproduksi Ketika Cinta Bertasbih. Hampir setiap pekan, pihak SinemArt melakukan anjang sana-angjang sini demi meyakinkan para penonton non-aktif tersebut bersedia menyerbu bioskop. Hasilnya pun ternyata cukup mujarab. Kedua sekuel KCB ternyata mampu menyedot penonton hingga lebih dari satu juta penonton -- separuh di antaranya adalah bukan penonton aktif yang berasal dari kalangan ibu-ibu pengajian!

''Tantangan kami terhadap film (Emak Ingin Naik Haji) juga sama, yakni bagaimana kita bisa menarik para penonton non-aktif tersebut tertarik datang ke bioskop menyaksikan film kita nanti,'' ujar Putut.

Selain melakukan 'kampanye dini' ke kelompok pengajian, Putut juga melihat, musim haji itu menjadi salah satu momentum yang selalu memikat perhatian banyak orang di negeri ini. ''Walau yang naik haji itu hanya ada sekitar 200 ribu orang saja, tetapi secara psikologis seluruh umat Islam terlibat. Inilah yang membuat kami cukup yakin terhadap film ini untuk meraih sukses.''

Sementara itu dalam perbincangan terpisah dengan pengamat film Yan Widjaja, film Emak Ingin Naik Haji ini memiliki potensi untuk dapat mengikuti jejak sukses Ayat Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Yan beralasan, potensi itu muncul karena pada November mendatang film-film yang akan menyerbu bioskop nasional akan didominasi oleh film-film bertemakan non-religi. ''Ini sebuah peluang dan kesempatan,'' katanya.

Meski melihat adanya celah, namun belum menjadi jaminan secara komersial film ini bakalan sukses seratus persen di pasar. Yan agak sedikit ragu karena tokoh yang ditampilkan di film ini, Aty Kanser, sebagai sosok yang 'kurang nge-pop'. Rujukan 'nge-pop' ini lebih berorientasi pada selera pasar yakni lebih menyukai sosok muda dengan paras wajah menawan serta kerap tampil di layar kaca maupun bioskop.

''Kalau lihat pemainnya, Aty Kanser, sebagai pemain teater dapat dipastikan tidak akan ada masalah dengan aktingnya. Tetapi sayang, apakah sosoknya akan benar-benar bisa memikat penonton?'' tanya Yan setengah ragu.

Apapun spekulasi yang berkembang, masih ada waktu untuk mengenalkan pada publik sebelum film ini diputar. Jika Anda ingin menjadi salah satu orang yang ingin berkontribusi untuk membawa film ini meraih sukses, maka ringankan saja langkah ke bioskop mulai 12 November mendatang.

(tim adangdaradjatun.com / s:rep/akb/rin)


AddThis
 

Kiamat "2012" (Hanya) di Film

News image

Kiamat itu sudah dekat? Apa jadinya bila bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba amblas dan hilang tertelan air laut? Mulai dari rumor sampai da...

Senin, 16 November 2009

Serigala Terakhir, Konflik untuk Pendewasaan Masyarakat

News image

Di sebuah pinggiran Jakarta dengan sekelompok remaja laki-laki tumbuh dan menjalin persahabatan yang kuat. Mereka adalah Ale [Fathir Muchtar], Jarot [...

Kamis, 5 November 2009

Film Epik Nabi Muhammad Akan Dibuat

News image

DOHA - Sebuah film epik tentang Nabi Muhammad akan segera dibuat. Tak tanggung-tanggung, rencananya film yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kep...

Selasa, 3 November 2009

next
prev