Show Perpisahan Dede Yusuf sebelum Jadi Wagub Jabar PDF Cetak E-mail
Simpay Wargi Urang
Senin, 28 April 2008 07:39
JAKARTA - MATA Dede Yusuf tampak selalu berkaca-kaca. Dia terharu. Baik sebelum maupun sesudah pentas teater rakyat malam itu, tak henti-hentinya penonton memberikan ucapan selamat. Usai jabat tangan dilanjutkan foto bersama. Panggung di Auditorium TVRI Jakarta jadi seperti milik aktor laga yang hampir 25 tahun malang melintang di dunia hiburan itu.

’’Terima kasih, mohon doa dan dukungan ya,’’ katanya saat melayani setiap orang yang memberikan ucapan selamat atas sukses dirinya terpilih menjadi wakil gubernur Jawa Barat.

Dede mengakui, ada perasaan sedih meninggalkan panggung hiburan. Tapi, dia berkomitmen pada 13 Juni 2008, tepat saat dirinya menjabat wakil gubernur Jawa Barat, dia lengser dari dunia entertainment. Dede ingin konsentrasi mengurus rakyat.

’’Memang tidak ada undang-undang yang melarang wakil gubernur jadi bintang sinetron atau main film. Kalau masih main, nanti dibilangin, bagaimana rakyat diurus, kok Wagubnya asyik main film,’’ katanya.

Acara Lolongseran Selebriti yang digelar Paguyuban Tatar Sunda di Jakarta yang tergabung dalam Simpay Wargi Urang menjadi panggung terakhir artis bernama lengkap Yusuf Macan Effendi itu. Dalam teater rakyat yang disajikan secara komedi itu tampil sejumlah artis ibu kota. Tampak Virnie Ismail, Ikang Fawzy, Ingrid Kansil, Alicia Djohar, Ika Violin, Yana Julio, dan Acil Bimbo. Dwiki Darmawan dan Maya Hasan sebagai aransemen musik.

Acara terasa mengalir dengan dialog-dialog dan atraksi lucu karena ditimpali dua artis yang berperan sebagai dalang, yaitu Dedi ’’Miing’’ Gumelar (Bagito Group) dan Denny Chandra dari Projeck P.

Turut serta dalam pergelaran bertema Kalamurka Lantak itu sejumlah tokoh seperti mantan Wakapolri Komjen (pur) Adang Daradjatun, mantan Sekretaris Militer (Sesmil) Presiden era Megawati, Mayjen (pur) Tubagus Hasanudin; Rektor Universitas Indonesia Prof Dr Gumilar Rusliwa Sumantri, dan mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas.

Sinopsis cerita mengambil latar Kerajaan Arga Wilis yang sedang dilanda krisis multidimensi, mulai kelaparan, kemiskinan, korupsi, sehingga rakyat tidak percaya lagi kepada pemimpin. Krisis tersebut terjadi akibat pusaka kerajaan hilang entah ke mana.

Dalam cerita itu, Adang Daradjatun yang berperan sebagai raja Arga Wilis menugasi Dede Yusuf dan Yana Julio sebagai pangeran untuk mencari jimat yang hilang. Siapa di antara kedua pangeran tadi yang berhasil membawa pusaka kerajaan, raja akan mengangkatnya jadi putra mahkota.

Lewat perjuangan berliku dan penuh tantangan, Dede berhasil mengembalikan pusaka kerajaan sehingga dinobatkan sebagai calon raja. Layaknya putra mahkota, Dede mengenakan kostum pangeran dengan keris di pinggang. Semua gerak dan dialog suami Sendy Ramania Wurandani itu menyedot perhatian 300 undangan karena kemahirannya acting adegan laga.

Penonton juga sering tertawa lepas mendengar dialog para pemeran Lolongseran Selebriti. Mantan Sesmil Presiden Mayjen (pur) Tubagus Hasanudin yang berperan sebagai patih Kerajaan Arga Wilis, misalnya, mengaku setelah pensiun dari militer dirinya akan jadi artis.

’’Kalau jadi artis, nanti menang pilkada,’’ katanya. ’’Lihat saja, jenderal bintang dua, bintang tiga, bahkan bintang empat bisa kalah sama bintang film,’’ selorohnya.

Miing yang tampil sebagai dalang pun tak kalah mengocok perut penonton. ’’Di belakang panggung tadi saya bilang, saya tidak minta tukar tempat atau tukar jabatan dengan Dede Yusuf. Bisa nggak tukar wajah saja biar menang di pilkada,’’ ucapnya.

Miing juga bikin gubernur Jabar terpilih, Ahmad Heryawan, yang turut menonton tertawa lepas. ’’Raja tadi bilang Dede Yusuf akan diangkat jadi putra mahkota. Kalau Dede jadi raja, mau dikemanain Kang Heryawan,’’ katanya.

Pengemasan teater rakyat yang akan ditayangkan TVRI pada 29 April pukul 21.45 itu dibuat tidak monoton karena diselingi aksi dan nyanyi lagu-lagu kontemporer. Ikang Fawzy, misalnya, melantunkan lagu Preman-Preman. Yana Julio juga menyanyikan satu lagu debutannya. Musik digarap dengan apik berkat asuhan Dwiki Darmawan dan Maya Hasan yang memainkan harpa. (el)

(tim adangdaradjatun.com)
AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Musisi Jazz Pukau Penonton Dalam JFWJ

JAKARTA ANTARA News - Sejumlah musisi jazz papan atas memukau penonton saat tampil dalam konser amal bertajuk "Jazz For West Java" (JFWJ) guna menggal...

Selasa, 15 September 2009

Foto Jazz for West Java

News image

Jazz for West Jabar telah usai semalam. Meski demikian, bentuk kepedulian terhadap musibah yang terjadi pada saudara se tanah air tak akan pernah suru...

Senin, 14 September 2009

Libatkan Musisi Jazz, Adang Cs Kumpulkan Sumbangan Rp. 262 Jutaan untuk Gem

News image

Jakarta - Banyak jalan menuju Roma. Mungkin kata ini yang menjadi dasar alasan utama digelarnya acara Jazz for West Java Charity Concert for Earthquak...

Senin, 14 September 2009

next
prev