226 Kabupaten/Kota Tak Punya Unit Transfusi Darah PDF Cetak E-mail
PDDI
Senin, 12 Mei 2008 01:19
JAKARTA - Data tahun 2006 tercatat dari 457 kabupaten/kota di Indonesia, baru 231 kabupaten/kota yang memiliki Unit Transfusi Darah/UTD milik Palang Merah Indonesia, UTD Pembina Pemerintah Provinsi dan UTD Rumah Sakit. Jadi masih ada 226 kabupaten/kot a yang belum memiliki UTD.  

"Padahal tiap tahun di daerah-daerah di Indonesia sangat rawan banjir dan bencana, jadi UTD itu sangat penting untuk keperluan mendesak," kata Direktur Medik Dasar Ratna Rosita saat Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Panitia Ad Hoc III Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Senin (12/5).

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Palang Merah Indonesia Mari'e Muhammad dan Ketua Umum Persatuan Perhimpunan Donor Darah Indonesia Adang Daradjatun.

Menurut data UTD Pusat PMI, sampai dengan tahun 2008, jumlah UTD PMI sebanyak 212 UTD, 76 persen berada di luar rumah sakit dan 24 persen di dalam rumah sakit.

Dewasa ini kebutuhan akan pelayanan darah semakin meningkat khususnya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (28-48 persen akibat penda rahan), penanganan penyakit degeneratif, cidera akibat kecelakaan, dan penyakit darah (hemofilia dan thalasemia) yang memerlukan transfusi darah untuk pengobatan dan pemulihan kesehatan pasien.

Tranfusi

Pelayanan transfusi darah merupakan serangkaian kegiatan motivasi donor, seleksi donor/rekrutmen donor, penyadapan darah donor, pemeriksaan uji saring penyakit infeksi menular lewat transfusi darah (HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, Syphilis), distribusi, penyimpangan crossmatching dan tindakan medis memasukkan darah donor ke dalam vena pasien.

Menurut data dari UTD Pusat PMI pada tahun 2006 jumlah donor darah sebanyak 1.506.919 yang terdiri dari 83,2 persen merupakan donor darah sukarela dan 16,8 persen adalah donor pengganti. Sedangkan darah donasi yang reaktif terhadap screening penyakit infeksi, yakni 1,78 persen Hepatitis B, 0,59 persen Hepatitis C, 0,37 persen Syphilis, dan 0,07 persen HIV. Total darah yang diolah menjadi komponen: 60 persen dari total donasi.

"Masalah yang dihadapi saat ini adalah masih sering terjadi praktik transfusi darah langsung atau penggunaan darah transfusi screening terutama di kabupaten/kota yang tidak memiliki UTD. Ini tentu sangat berbahaya," kata Ratna Rosita.

(Sumber : Kompas)
AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Pendonor Darah di Jawa Barat akan Punya KDDE

BANDUNG, (PRLM).- Empat pengurus daerah PDDI (Perhimpunan Donor Darah Indonesia) yaitu Jabar, Jateng, Jatim dan Bali menjadi pilot proyek d...

Senin, 17 Januari 2011

Foto-foto Acara “Donor Darah Yuuuk..”

News image

Menyambut ulang tahun SMUN 6 ke 58 tahun, Yayasan Alumni SMU 6 (Yasma 6), Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) bersama PMI Cab Kota Bekasi Mengada...

Sabtu, 17 Juli 2010

PMI DKI Usulkan Kenaikan Harga Darah

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta mengusulkan kenaikan biaya pengambilan dan pemeriksaan darah di tahun ...

Kamis, 10 Desember 2009

next
prev