Kejuaran Dunia Angkat Besi: Diminta Enjoy, Lifter Eko Justru Berharap Rekor Dunia PDF Cetak E-mail
PABBSI
Minggu, 22 November 2009 21:19
Goyang, Korsel - Lifter muda Eko Yuli Irawan kembali menjadi kebanggaan Indonesia di cabang angkat besi. Setelah sukses menjadi Juara Dunia Junior pada 2007 di Thailand, kini Eko kembali keluar sebagai juara dunia angkat besi di angkatan clean and jerk di Goyang City, Korea Selatan, Sabtu (21/11). 

Eko merebut gelar dunia pada angkatan clean and jerk seberat 175 kilogram di kelas 62 kilogram, mengalahkan lifter asal Taiwan Sheng-Hsiung Yang dan Fan Yang dari China yang menempati posisi kedua dan ketiga dengan angkatan sama yakni 170 kg.

“Saya sebetulnya berharap meraih rekor dunia junior di sini. Tapi, sesuai harapan Ketua PAL (Program Atlet Andalan) waktu berangkat, saya hanya diharapkan tampil enjoy tanpa beban,” kata Eko melalui manajer Olah Raga Terukur PAL, Hadi Wihardja kepada Koran Jakarta. 

Hanya saja, di nomor snatch, Eko gagal mengulang sukses dan hanya meraih angkatan 140 kg. Dengan hasil ini, dia hanya meraih perunggu. Posisi pertama direbut lifter asal China Jianjun Ding dengan angkatan 146 kg dan posisi ketiga milik rekannya, Fan Yang (144 kg). 

Dari hasil keseluruhan, total angkatan Eko mencapai 315 kg. Jumlah itu menempatkannya sebagai peraih perak. Untuk emas di nomor ini diraih Ding dengan selisih angkatan satu kilogram. Sedangkan perunggu diraih Yang dengan 314 kg. 

Selain meraih gelar di nomor clean and jerk, Eko juga sukses memecahkan rekor nasional. Sebelumnya, dua tahun lalu, atlet kelahiran 24 Juli 1989 pernah tercatat sebagai Juara Dunia Junior pada 2007 serta sukses meraih emas di kelas 56 kilogram dengan total angkatan 273 kg. “Hasil ini cukup memuaskan. Ini menunjukkan periodesasi yang telah dibuat pelatih Lukman, selama satu tahun ini telah berjalan baik,” kata Sony Kasiran, manajer tim angkat besi Indonesia melalui pesan singkatnya, Sabtu. 

Belum Maksimal
Meskipun berhasil menggapai emas di nomor clean and jerk, menurut Sony hasil yang dibuat Eko sebenarnya belum maksimal, terutama jelang SEA Games 2009 Laos yang akan digelar 8-19 Desember mendatang. 

Oleh karena itu, dia berharap agar Eko dapat meningkatkan jumlah angkatannya hingga pada SEA Games, lifter yang dibebankan meraih emas ini dapat mengulang suksesnya kembali seperti SEA Games 2007 Thailand. “Sekarang tinggal tersisa dua minggu lagi menjelang SEA Games. Saya harap dia dapat meningkatkan porsi latihannya,” jelas Sony. 

Hanya saja, Sony tetap bersyukur dengan hasil di kejuaraan dunia ini karena Eko dapat merasakan tampil di atmosfer pertandingan yang tidak akan berbeda jauh dengan multi even dua tahunan tersebut. 

Selain Eko yang meraih sukses di nomor clean and jerk, lifter Yadi Setiadi yang tampil di kelas 56 kg hanya menempati posisi empat besar dunia. Yadi hanya meraih angkatan 123 kg di nomor snatch dan 150 kg di clean and jerk. Untuk emas di kelas ini, diraih lifter asal China Wu Jingbiao (131 kg) dan Long Qingquan (130 kg) yang menempati posisi pertama dan kedua. Sedangkan peringkat tiga diraih Khalil El Maoui (Tunisia) dengan 125 kg. (tya/S-1)
 
(tim adangdaradjatun.com/koran-jakarta.com) 

AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Adang Daradjatun Enggan Beri Target ke Atletnya

News image

JAKARTA--MICOM: Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABSI) Adang Daradjatun mengaku tidak m...

Jumat, 18 Februari 2011

Adang Daradjatun Resmi Pimpin PB PABBSI Lagi

News image

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo optimistis Adang Daradjatun bisa mengemban tugas dengan baik, setelah diresmikan s...

Jumat, 18 Februari 2011

Adang Daradjatun Kembali Pimpin PB PABBSI

Jakarta, Kompas - Adang Daradjatun kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indo...

Jumat, 21 Januari 2011

next
prev