Lifter Putri Dulang Sembilan Emas di Uzbekhistan PDF Cetak E-mail
PABBSI
Kamis, 01 Oktober 2009 00:00

Jakarta:Usaha Pengurus Besar Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengirimkan para atletnya ke berbagai kejuaraan internasional menjelang pelaksanaan SEA Games 2009 di Laos terus membuahkan hasil manis. Tiga lifter putri Indonesia yang dikirim dalam kejuaraan angkat besi Asia Intercity di Tashkent, Uzbekistan, berhasil mendulang 9 emas di beberapa nomor angkatan. 

Lifter Citra Febriantri, yang turun di kelas 53 kg, berhasil meraup 3 emas. Koleksi 3 emas Citra ia raih setelah berhasil melakukan angkatan snatch seberat 81 kg, clean and jerk 106 kg, dan total angkatan 187 kg. 

“Citra berhasil meraih 3 emas tanpa perak dan perunggu. Tapi untuk nomor angkatan snatch, hasil ini merupakan penurunan 3 kg dibandingkan hasil yang ia raih di Kejuaraan Asia di Kazakhstan bulan Mei lalu (84 kg),” kata Hadi Wihardaja, Koordinator Bidang Terukur Program Atlet Unggulan (PAL), melalui surat elektronik yang diterima Tempo. 

Hadi, yang turut mendampingi para atlet di Uzbekistan, menambahkan Citra sebenarnya telah berusaha untuk melewati rekor angkatan snatch nya dengan melakukan angkatan seberat 85 kg. “Namun ia gagal mengangkat barbel ke atas kepalanya dan barbel malah jatuh ke belakang,” ujarnya.

Lifter lain, Okta Dwipramita, yang turun di kelas 58 kg, juga berhasil meraih 3 emas dalam kejuaraan ini. Atlet berusia 23 tahun itu meraih 3 emas setelah berhasil melakukan angkatan snatch seberat 90 kg, clean and jerk 116 kg, dan total angkatan 206 kg. “Untuk Okta, dia mengalami perbaikan angkatan 2 kg di snatch dan 4 kg di clean and jerk sehingga totalnya meningkat 6 kg,” terang Hadi.

Okta memang tidak tertandingi di kelasnya. Peraih medali perak (Mazurra/Uzbekistan) dan perunggu (Ahktar/Bangladesh) dalam kejuaraan ini masih jauh kemampuannya dibanding Okta. 

Lifter terakhir yang juga mendulang 3 emas adalah Sinta Darmariani. Turun di kelas 75 kg, Sinta berhasil meraup 3 emas setelah berhasil melakukan angkatan snatch seberat 99 kg, clean and jerk 128 kg, dan total 227 kg. 

Sinta sebenarnya sempat mencoba melakukan angkatan clean and jerk seberat 135 kg. Namun ia gagal mengangkat barberlnya dengan sempurna sehingga angkatan maksimalnya hanya 128 kg. “Pada saat melakukan clean, Sinta dengan mudah melakukannya. Tapi pada saat jerk, kaki Sinta yang belakang terlalu rendah. Keseimbangannya terganggu dan barbel jatuh ke belakang. Ia agak tergesa-gesa melakukan angkatan,” jelas Hadi. 

Kejuaraan angkat besi Asia Intercity di Uzabekistan dilaksanakan 27 September-2 Oktober. Hasil 9 emas yang diraih tim putri angkat besi Indonesia ini merupakan hasil maksimal yang bisa didapat karena tim putrid Indonesia hanya diwakili 3 lifter. 

ARIS M

TEMPO Interaktif,, Rabu, 30 September 2009


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Adang Daradjatun Enggan Beri Target ke Atletnya

News image

JAKARTA--MICOM: Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABSI) Adang Daradjatun mengaku tidak m...

Jumat, 18 Februari 2011

Adang Daradjatun Resmi Pimpin PB PABBSI Lagi

News image

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo optimistis Adang Daradjatun bisa mengemban tugas dengan baik, setelah diresmikan s...

Jumat, 18 Februari 2011

Adang Daradjatun Kembali Pimpin PB PABBSI

Jakarta, Kompas - Adang Daradjatun kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indo...

Jumat, 21 Januari 2011

next
prev