Profil Eko Yuli : Pernah Diusir Karena Intip Latihan PDF Cetak E-mail
PABBSI
Rabu, 14 Oktober 2009 14:02

Terlahir dengan nama Eko Yuli Irawan, pria kelahiran Lampung ini mencatatkan sejarah sebagai alet pertama Indonesia yang meraih medali di Olimpiade 2008 Beijing. Dan Sang Merah Putih pun berkibar di Negeri Tirai Bambu ketika medali perunggu disematkan lifter di kelas kelas 56 kg, dengan total angkatan 288 kg.

Pria kelahiran Lampung, 24 Juli 1989 ini adalah atlet angkat besi yang lahir dan dibesarkan di keluarga miskin. Ayahnya, Saman, seorang pengayuh becak, cah angon, sedangkan ibunya, Wastiah, berjualan sayur.

Prestasi Eko yang gemilang di arena angkat besi telah mengubah keadaan ekonomi keluarganya. Dia telah meraih bonus ratusan juta rupiah. Dia antara lain telah membangun rumah baru, membeli tanah dan sawah untuk ayahnya, sehingga tak perlu lagi mengayuh becak. Ayahnya, Saman, sudah bertani, tidak lagi mengayuh becak. Sedangkan ibundanya, Wastiah, sudah berjualan sayur di kios yang sederhana, tidak lagi hanya di lapak.

Eko sendiri sebelumnya tak pernah bercita-cita jadi atlet angkat besi. Ia malah pernah bercita-cita jadi pemain sepak bola. Ia mau ikut sekolah sepak bola (SSB), tetapi tidak jadi karena harus bayar.

Kiprahnya di cabang lifter ini bermula tahun 2000, tidak sengaja datang ke sasana latihan angkat besi asuhan Yon Haryono di Metro, Lampung. Kala itu ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Selepas sekolah pagi, sorenya menggembalakan kambing (milik orang lain), sambil bermain bersama teman-temannya. Suatu hari, ia bersama teman sepermainannya, ia iseng masuk ke dalam sasana untuk melihat dari dekat orang berlatih mengangkat barbel. Mereka pun diusir keluar.

Setelah itu, rasa ingin tahu membuatnya makin ingin sering melihat orang berlatih angkat besi. Sampai akhirnya, awal 2001, Eko bersama teman-temannya memberanikan diri ikut latihan angkat besi di sasana tersebut. Mulai dari latihan memakai kayu untuk belajar teknik. Setelah menguasai teknik, barulah dilatih memakai barbel yang berat.

Mulailah terasa latihannya sangat berat. Teman-temannya mulai satu per satu tidak datang lagi. Eko sendiri pun terkadang berniat untuk tidak datang. ”Akibat latihannya berat banget, waktu itu saya juga berpikiran datang, enggak, datang, enggak,” kenang Eko.

Tapi Eko akhirnya membulatkan tekad untuk bisa menjadi lifter andal. Dia makin giat latihan. Setiap pulang sekolah (pagi), sore hari berlatih angkat besi. Ia pun mohon izin pada orang tuanya untuk tidak menggembala kambing lagi. Semangatnya berlatih semakin tinggi, tatkala mulai mendapat honor Rp 7.000 per minggu. Honor itu, sangat berarti bagi diri dan keluarganya.

Dengan kegigihannya berlatih, dalam waktu kurang dari satu tahun, Eko sudah mengikuti Kejuaraan Nasional Remaja di Indramayu, Jawa Barat. Hasilnya mengejutkan, Eko meraih emas. Kala itu, keluguannya menyembulkan tanya tanya di benaknya:

Pikiran Eko pun makin terkonsentrasi untuk meraih juara di berbagai ajang kejuaraan. Ia ingin menyebar keharuman nama bangsanya sebagai Sang Juara. Ia giat dan rajin mengikuti jadwal ketat pemusatan latihan nasional jauh dari keluarga di Lampung. Eko rutin berlatih setiap pagi dan sore.

Rasa tanggung jawab dan kerja kerasnya membuahkan hasil gemilang yang mengharumkan nama bangsa. Dia meraih perunggu pada Olimpiade Beijing 2008. Medali pertama buat Indonesia.

 

Nama:              Eko Yuli Irawan

Lahir:                Lampung, 24 Juli 1989

Ayah:               Saman

Ibu:                  Wastiah

Saudara:

- Angga Romansyah (Adik)

- Inge Trimelani (Adik)

Prestasi:

  1. Medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, kelas 56 Kg, dengan total angkatan 288 Kg.
  2. Medali emas PON VXII di Kaltim, 2008
  3. Medali perak kejuaraan Asia di Kanazawa, Jepang, di kelas 62 Kg.
  4. Medali emas Sea Games di Thailand, 2007
  5. Medali emas dan lifter terbaik kejuaraan dunia yunior di Praha, Republik Ceko, 2007
  6. Dua medali perunggu kejuaraan dunia 2007 di Chiang Mai, Thailand, di kelas 56 Kg.
  7. Peringkat 8 kejuaraan dunia tahun 2006 di Santo Domingo, Republik Dominika, kelas 56 Kg. dengan total angkatan 266 Kg.            

           

(tim adangdaradjatun.com)


AddThis
Comments
Add New Search
Swasta
Yahya Suyahman 2009-11-24 13:51:41

Berjuang dan giat berlatih adalah kunci sukses .... dengan semangat MERAH PUTIH ..... pasti para Atlet Angkat Besi Indonesia (khususnya altlet Lampung).
Anda semua harapan kita semua dalam mengharumkan nama Bangsa Indonesia didunia International.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Adang Daradjatun Enggan Beri Target ke Atletnya

News image

JAKARTA--MICOM: Ketua Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABSI) Adang Daradjatun mengaku tidak m...

Jumat, 18 Februari 2011

Adang Daradjatun Resmi Pimpin PB PABBSI Lagi

News image

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo optimistis Adang Daradjatun bisa mengemban tugas dengan baik, setelah diresmikan s...

Jumat, 18 Februari 2011

Adang Daradjatun Kembali Pimpin PB PABBSI

Jakarta, Kompas - Adang Daradjatun kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indo...

Jumat, 21 Januari 2011

next
prev