BADAN MUSYAWARAH MASYARAKAT SUNDA (BAMMUS SUNDA) PDF Cetak E-mail
BAMMUS SUNDA
Senin, 13 April 2009 07:21
Latar Belakang
  1. Gagasan pembentukan Badan Musyawarah Masyarakat Sunda--sebagai badan koordinasi antar elemen organisasi kawargian dan organisasi Kedaerahan sunda-pada dasarnya diawali oleh munguatnya kembali kesadaran kolektif beberapa tokoh sunda setelah melihat realitas sunda dalam konteks kehiduoan nasional yang sangat komplek. Satu sisi, sunda (baca: masyarakat sunda) memiliki potensi strategis dalam konteks kehidupan berbangsa, namun di sisi lain, potensi masyarakat sunda yang tercermin dari marak dan tumbuhnya kekuatan civil society berbasis sunda belum secara maksimal dioptimalkan.
  2. Salah satu penyebanya, lemahnya koordinasi dan komunikasi semua potensi yang ada dalam masyarakat sunda. Berdasarkan hasil kajian, obrolan, diskusi dengan berbagai kalangan organisasi, tokoh dan sesepuh sunda, upaya untuk membentuk sebuah badan koordinasi antar elemen dan organasisasi kedaerahan sunda/kawargian menjadi niscaya dan perlu diupayakan. Atas dasar latar belakang tersebut, muncul secara alami kelompok kecil yang terdiri dari aktifis organisasi kedaerahan/kasundaan di Jakarta, diantaranya : Mayjen Tb. Hasanuddin (YPJB/Miss Tjitjih), Mauriza Danubrata (Gema Jabar), Rauf Purnama (YPJB), Aa Dani Saliswijaya (Asgar Jaya), Martoyo Wiranatakusumah (RWB), Adang Daradjatun (Simpay Wargi Urang), Herman Afif (Gema Jabar) dan Djaka Badranaya. Kelompok kecil ini sejak bulan Desember 2007 sampai bulan April 2008 telah melakukan sosialisasi gagasan pembentukan Bamus Tatar Sunda kepada berbagai kawargian dan kalangan tokoh dan sesepuh sunda baik di Jakarta maupun di Jawa barat. Tepatnya tanggal 27 April 2008, di Hotel Ambhara, rangkaian sosialisasi gagasan BAMUS mencapai puncaknya ketika disepakati oleh semua unsur kawargian dan organisasi mengenai 2 hal penting: Pertama, pembentukan Badan Musyawarah Masyarakat Tatar Sunda dan kedua, memberikan kesempatan kepada H. Adang Daradjatun untuk memimpin Badan ini masa bhakti 2008-2011.
  3. Selain diawali oleh kepedulian terhadap masyarakat sunda, yang terpenting juga dari semuanya; bahwa pembentukan Bamus Tatar Sunda ini dilandasi oleh semangat ngamajukeun urang sunda, mendorong terbangunnya sinergitas antar unsure dan elemen kasundaan serta--yang terpenting-mesti dipahami sebagai upaya yang luhur dari sekelompok orang sunda yang peduli (concerned society), memiliki harapan dan impian soal sunda ke depan serta meyakini dengan sadar bahwa sunda nanjeur jika koordinasi dan komunikasi senantiasa dibangun dan diutamakan oleh semua kalangan kasundaan.
  4. Setelah pembentukan Badan Musyawarah Masyarakat Tatar Sunda disepakati oleh berbagai elemen kawargian, maka upaya sosialisasi pun dilakukan oleh jajaran pengurus ke berbagai kalangan Tokoh dan sesepuh Sunda. Setelah melalui berbagai diskusi dan kajian terutama puncaknya dalam acara curah gagasan dengan para pembina, penasehat dan dewan pakar, maka identitas atau nama Badan Musyawarah Masyarakat Tatar Sunda (Bamus Tatar Sunda) dirubah menjadi Badan Musyawarah Masyarakat Sunda disingkat BAMMUS SUNDA. Dalam Pandangan para penasehat dan pakar, istilah "Tatar" merujuk hanya pada aspek geografis-kewilayahan saja. Sedangkan penggunaan istilah "Masyarakat  Sunda" memiliki dimensi yang sangat luas, terkait dengan aspek geografis-wilayah, demografi-kependudukan, aspek budaya dan lingkungan.


Asas dan Tujuan

Sesuai dengan Bab III pasal 5 dalam Mukaddimah dan Ketentuan Bamus, Asas organisasi Bamus Sunda ini adalah Silih Asah, Asih dan Asuh.

Sedangkan Tujuan Bamus Sunda adalah : Membangun Rasa Kebersamaan di antara seluruh anggota masyarakat sunda/organisasi kesundaan, melalui kegiatan di bidang kebudayaan masyarakat sunda

 

Tugas Pokok

Adapun Tugas pokok Bamus Sunda :

  1. Menjalin Silaturahmi antara seluruh anggota Badan Musyawarah Masyarakat Sunda
  2. Secara Terus menerus menjaga dan membangun budaya/seni/adat istiadat Sunda
  3. Menumbuhkembangkan rasa kesetiakawanan sosial, persatuan dan kesatuan di antara anggota
  4. Berperan aktif dalam segala kehidupan kemasyarakatan yang terjadi dalam masyarakat sunda


 
Kegiatan Yang Telah dilakukan

Sejak dibentuk bulan april 2008, banyak kegiatan yang telah dilakukan ; menfasilitasi pertemuan antar kawargian, Silaturahmi Halal Bihalal Boboran Shiam (Oktober 2008), Bantuan Korban Gempa Cianjur (November 2008).


AddThis
 

Budayawan Sunda HR Hidayat Suryalaga Tutup Usia

News image

Antaranews, Sabtu, 25 Desember 2010 13:10 WIBBandung (ANTARA News) - Ranah tatar sunda kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni budayaw...

Sabtu, 1 Januari 2011

Suarakan Perubahan dan Keberpihakan Lewat Tulisan

News image

Jakarta – Anggota DPR RI Adang Daradjatun mendorong anak muda, untuk terus menyuarakan perubahan dan keberpihakan kepada rakyat. Adang mengatakan it...

Selasa, 3 November 2009

Foto Kegiatan Acara Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda

News image

Cikampek – Gerakan Masyarakat  Jawa Barat (Gema Jabar) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda VII, di Wisma Kujang, Cikampek, Jawa Barat, 2-7 No...

Senin, 2 November 2009

next
prev