Bamus Hadir untuk Membangun Potensi Kesundaan yang Besar dan Kuat PDF Cetak E-mail
Bammus sunda
Senin, 11 Mei 2009 22:49

Jakarta, "Tidak ada pemikiran untuk menjadi komandan. Bamus akan menjadi sekretariat bagi Jawa Barat. Organisasi ini bersedia menampung seluruh kegiatan kesundaan untuk pembangunan Jawa Barat," demikian kata Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bamus) Adang Daradjatun dalam acara Silaturahmi Pengurus Bamus di Jakarta.

Acara Silaturahmi Pengurus Bamus ini dilaksanakan di kediaman Adang Daradjatun di Cipete yang diikuti sekitar 100 orang (2/5). Hadir dalam acara tersebut puluhan tokoh Sunda dari yang muda hingga yang berusia di atas lima puluhan. Di antaranya, Kang Cece, Kang Hari, Ce Popong, Tubagus Hasanuddin, Kang Memed Hamdan, dan Setia Permana. Hadir pula mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga tokoh Banten Surjadi Sudirdja.

Dalam sambutannya, wakil ketua Bamus Mauriza Danubrata menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh hadirin yang hadir di acara Silaturahmi ini. Mauriza, yang juga biasa dipanggil Kang Agan ini juga memberikan apresiasi kepada warga Sunda dan beberapa pengurus yang akan menduduki kursi DPR nantinya.

Pada kesempatan itu Adang menceritakan awal lahirnya Bamus DKI Jakarta. Menurutnya, Bamus DKI Jakarta didirikan untuk mengisi kekosongan kegiatan kesundaan di Jakarta. Dalam pengamatannya, banyak orang Sunda yang ada di Jakarta yang telah berhasil menjadi tokoh, namun demikian kurang tergali sumber dayanya. 

Dalam penilaiannya, potensi yang ada di dalam masyarakat Sunda kurang tergali dengan baik. Karenanya, ke depan Bamus akan memberikan waktu dan peluang seluas-luasnya agar budaya Sunda dan masyarakatnya dapat memberikan kontribusi besar negara dan bangsa.

"Dengan hadirnya Bamus di DKI, diharapkan nantinya akan bisa membangun potensi kesundaan yang besar dan kuat. Kalau perlu, ke depan Bamus akan bisa menentikan sikap bagi pembangunan Jawa Barat. Kita akan bergerak dari yang soft sampai yang keras!" tegas Adang.

Regerenasi

Adang juga memberi penekanan terhadap regenerasi yang akan memberikan warna dan kekuatan terhadap masyarakat Sunda. Karenanya, Adang berharap nantinya ada generasi muda yang mau dan peduli untuk kemajuan Sunda dan Jawa Barat. "Kita malam ini membangun kesamaan pemikiran. Kalau ada hal yang perlu didiskusikan, diskusikanlah ke dalam. Saya berfikir tidak lama lagi (akan duduk di organisasi Bamus). Tolong cari generasi muda yang mau dan mampu untuk memimpin organisasi ini," kata Adang. 

Adang berpesan, terutama kepada tokoh-tokoh muda untuk turut serta memikirkan dan membangun masyarakat kesundaan yang lebih baik ke depan. "mari bangun sinergi yang banyak dan dimana-mana. Mari bangun semangat yang sama. Ambil pelajaran yang pernah ada untuk membangun harapan nantinya, tutur Adang.

Lima Kebahagiaan Ala Surjadi

Selain Adang, malam itu juga dimanfaatkan sebagai ajang curahan hati para pengurus dan beberapa tokoh. Surjadi yang diberi waktu untuk berbicara, malam itu memberi pesan tentang lima kebahagiaan. Pertama, kata Surjadi, adalah kebahagiaan fisik. Fisik yang sehat merupakan rahmat dan kebagahiaan yang luar biasa bila kita bisa menjaganya.

Kedua, Kesehatan intelektual. Kesehatan intelektual diberikan Tuhan dalam kerangka untuk menemukan solusi atas persoalan hidup. 

Ketiga, Kesehatan Seni dan Budaya. Termasuk di dalamnya adalah tentan tata nilai, etika dan moral. Menurutnya, Tuhan menciptakan keindahan melalui Seni dan Budaya. "Manfaatkan dan jaga budaya sebaik mungkin. Karena pendekatan budaya adalah bahasa yang mudah dimengerti oleh semua orang," kata Surjadi.

Keempat, kesehatan untuk bisa menjadi orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain. Surjadi mencontohkan betapa bahagianya para atlet ketika ia mampu memberikan persembahan yang terbaik bagi bangsanya sewaktu meraih medali. "Mereka menangis bahagia bukan untuk dirinya, tetapi untuk bangsa dan negaranya," pesan Surjadi.

Terakhir, kesehatan untuk dapat mendekatkan diri kepada yang Kuasa. "Taqarrub adalah jalan untuk selalu mengingat akan perjalanan yang selama ini kita tempuh. Dengan mendekatkan diri kepada sang Pencipta, kita akan selalu dapat berbuat baik bagi sesama sekaligus sebagai pengingat, bahwa kita hidup hanya untuk sementara," tutur Surjadi.

Selain Surjadi, berbicara pula Kang Enang, Atep Abduropik, kang Hari, Ce Popong, Tubagus Hasanuddin dan Kang Acil mewakili generasinya masing-masing.


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Budayawan Sunda HR Hidayat Suryalaga Tutup Usia

News image

Antaranews, Sabtu, 25 Desember 2010 13:10 WIBBandung (ANTARA News) - Ranah tatar sunda kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni budayaw...

Sabtu, 1 Januari 2011

Suarakan Perubahan dan Keberpihakan Lewat Tulisan

News image

Jakarta – Anggota DPR RI Adang Daradjatun mendorong anak muda, untuk terus menyuarakan perubahan dan keberpihakan kepada rakyat. Adang mengatakan it...

Selasa, 3 November 2009

Foto Kegiatan Acara Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda

News image

Cikampek – Gerakan Masyarakat  Jawa Barat (Gema Jabar) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Putra Sunda VII, di Wisma Kujang, Cikampek, Jawa Barat, 2-7 No...

Senin, 2 November 2009

next
prev