Indonesia Darurat Narkoba, Bang Adang Ajak Kuatkan Peran Keluarga dan Masyarakat Cetak E-mail
Berita Utama
Kamis, 07 Desember 2017 22:00

Adangdaradjatun.com (Kamis, 7 Desember 2017)Sejak Tahun 1971, Indonesia telah menyatakan diri sebagai Negara Darurat Narkoba. Namun sampai saat ini, pemberantasan Narkoba masih dirasa belum cukup signifikan menyelesaikan masalah narkoba. Bahkan, penelitian dari Universitas Indonesia, mengeluarkan yang cukup mengejutkan. Bahwa pada Tahun 2016, pengguna Narkoba di Indonesia telah mencapai 6,4 juta orang. Dari jumlah tersebut, dalam satu hari ada 30-40 orang meninggal karena narkoba.

Sebagai bentuk upaya pemberantasan narkoba, Fraksi PKS mengadakan Diskusi Publik “Indonesia Darurat Narkoba” yang menghadirkan narasumber Komjen Pol (Purn) Drs. H. Adang Daradjatun (Anggota DPR RI/Wakapolri Periode 2004-20060, Komjen Pol Drs. Budi Waseso (Kepala Badan Narkotika Nasional), H.M Nasir Djamil (Anggota Komisi III DPR RI)

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Drs. H. Adang Daradjatun yang juga dikenal Bang Adang, mengajak masyarakat untuk memberantas narkoba dari hal paling sederhana yang dengan segera mungkin bisa dilakukan, yaitu menguatkan peran keluarga dan masyarakat.

Menurut Bang Adang, keluarga memegang peran yang sangat penting dalam pemberantasan narkoba. Karena masalah utama yang menyebabkan pemakaian narkoba terus meningkat adalah adanya pengguna narkoba. Dengan membentuk keluarga yang harmonis, maka secara langsung akan menekan jumlah pengguna narkoba yang berujung pada penurunan pangsa pasar narkoba. Peran ayah dan ibu harus aktif dalam membentuk keluarga yang harmonis. Dengan menciptakan suasana saling mendengar yang baik, setiap anggota keluarga akan nyaman menceritakan masalahnya sehingga tidak berujung pada tindakan penyimpangan pemakaian narkoba

Peran masyarakat di lingkungan juga penting untuk menekan penggunaan serta peredaran narkoba. RT/RW sebagai struktur masyarakat dapat melakukan edukasi tentang narkoba kepada masyarakat. Bahkan lebih dari pada itu, RT/RW dapat mengawasi aktivitas di lingkungannya yang dicurigai ada indikasi dengan aktivitas penggunaan dan peredaran narkoba.

“Komunitas RT/RW kalau bisa jadi mata dan telinga, sangat membantu pemberantasan narkoba Ada rumah lampunya selalu mati. Kan bisa dilaporkan ke yang berwajib karena mencurigakan.” jelas Bang Adang di Ruang Pleno Fraksi PKS, Gedung DPR RI, Kamis, 7 Desember 2017.

Setelah memberikan materi, Bang Adang juga ikut berpartisipasi dalam aksi tes urine bebas narkoba yang juga masih tergabung dalam rangkaian acara diskusi. Aksi tes urine ini merupakan kegiatan rutin Fraksi PKS sebagai bentuk komitmen dukungan terhadap pemberantasan narkoba.

“Fraksi PKS berkomitmen setahun dua kali menggelar aksi tes urine untuk memberikan pesan kuat upaya pemberantasan narkoba dimulai dari keluarga besar kami sendiri.” terang Pimpinan Fraksi PKS, Jazuli Juwaini.


AddThis
 

Bahas RUU Budidaya Pertanian Berkelanjutan, Baleg Pertajam Sanksi

News image

  Adangdaradjatun.com (Selasa, 16 Januari 2018) – Drs. H. Adang Daradjatun menghadiri Rapat Badan Legislasi tentang Harmonisasi RUU Budidaya Pertan...

Selasa, 16 Januari 2018

Drs. H. Adang Daradjatun Ikuti Rapat Internal Komisi VI DPR RI

News image

Bertempat di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Gedung Nusantara I Lantai Dasar, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta pada Hari Senin, 15 Januari 2018 Puku...

Senin, 15 Januari 2018

Adang Daradjatun Menghadiri Paripurna Pelantikan Ketua DPR

News image

Sesuai informasi yang telah disampaikan kepada media, Kesekretariatan Jenderal DPR membenarkan adanya kabar pelantikan Ketua DPR baru pengganti Se...

Senin, 15 Januari 2018

next
prev