Perhimpunan Kebayaku gelar Pesona Kebaya Nusantara Cetak E-mail
Berita Utama
Rabu, 07 Desember 2016 22:00

Untuk melestarikan budaya bangsa sekaligus menyambut Hari Ibu pada tanggal 22 Desember mendatang, Koran Sindo dan Sindonews.com bersama dengan Perhimpunan Kebayaku menggelar acara Pesona Kebaya Nusantara. Acara ini menampilkan berbagai koleksi kebaya hasil rancangan dari desainer peraih Kartini Award, Amy Atmanto. Perhimpunan Kebayaku menghadirkan fashion show kedua, yang menampilkan 15 sosialita dengan koleksi kebaya favoritnya di Hotel Raffles Jakarta (7 Desember 2016).

Pendiri Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun berharap melalui fashion ini dapat melestarikan akar budaya nasional melalui pakaian tradisional seperti kebaya. “Saya bangga sekarang banyak anak muda mulai mencintai kebaya, dan memakainya di acara-acara resmi dan tidak resmi,” ujarnya.

"Pada kesempatan ini Perhimpunan Kebayaku ingin melestarikan kebaya senagai warisan pakaian nenek moyang. Hari ini untuk menyongsong Hari Ibu, kami bekerjasama dengan Koran Sindo dan Sindonews.com dan desainer Amy Atmanto, kami menyelenggarakan acara dengan tema Pesona Kebaya Nusantara. Kami dari perhimpunan semua mengenakan kebaya warna merah yang merupakan ikon kami," ujar Founder Perhimpunan Kebayaku, Nunun Darajatun. 

Nunun mengaku senang dan bangga dengan perkembangan kebaya saat ini. Sekarang, kebaya sudah makin dikenal dan bahkan disukai para generasi muda. 

"Selama ini saya merasa bangga dan senang karena saat ini saya melihat anak muda sudah mulai suka dengan kebaya walaupun mereka ingin yang lebih cepat, lebih longgar, namun itu tidak masalah dan kami sering melihat kebaya masih menjadi andalan di acara-acara formal maupun yang tidak begitu formal. Anak-anak muda selalu memakai kebaya saat acara undangan, pelantikan, wisuda. Saya bangga sekali kebaya saat ini tak hanya disenangi oleh ibu-ibu tapi juga generasi muda,” kata dia.

Nunun menyatakan apresiasi atas rancangan kebaya hasil karya Amy yang berhasil memukau seisi ruangan gelaran busana Pesona Kebaya Nusantara. Yang mengejutkan, kata Nunun, keterlibatan kaum marjinal dalam pengerjaan koleksi Rainbow Expression. "Ternyata pengerjaan kaum marjinal ini bisa dipakai oleh kami-kami ini, dan disuguhkan melalui fashion show hari ini," kata istri dari mantan Wakapolri Adang Daradjatun ini.

Sementara itu saat membuka acara ini, Komisaris MNC Group Liliana Tanoesoedibjo mengungkapkan harapannya agar kebaya bisa menjadi budaya dapat menjadi budaya dan busana yang tetap dibanggakan dan disukai. Bagi Liliana, kebaya juga merupakan simbol yang memperlihatkan keanggunan, kelembutan dan menimbulkan aura yang berbeda bagi setiap wanita sehingga harus dilestarikan. 

Hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, yang menyampaikan betapa pentingya kebaya merupakan salah satu bentuk keanekaragaman budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Dia juga menilai, kebaya senantiasa membuat wanita Indonesia terlihat cantik. 

"Saat datang ke sini saya melihat betapa beranekaragamnya kebaya yang digunakan ibu-ibu di sini, cantik-cantik semua dan beranekaragam pun pasangannya. Ada kain songket, tenun, kain Jawa Tengah, Jawa Barat. Ini merupakan keanekaragaman budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Beberapa kali saya hadir ke acara-acara yang berkaitan dengan budaya seperti ini, namun ini yang menurut saya ibu-ibunya cantik-cantik semua dan niat untuk pakai kebayanya. Memang seperti yang ibu Liliana katakan, pelestarian budaya bangsa itu salah satunya dengan mengenakan kebaya,” papar Puan.

Sementara Amy Atmanto Pemilik Rumah Kreatif mengaku telah memberdayakan ratusan kaum marjinal dan sahabat tuna rungu melalui pelatihan softskill seputar pengerjaan busana-busana. "Sekarang kita bisa mengenakan kebaya sambil beramal, karena busana ini dikerjaan oleh kaum marjinal yang kita bina. Mereka mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya," kata Amy.

"Bagi saya sebagai seorang desainer, bagaimana menghadirkan busana-busana inspirasi tradisional ini dengan model yang lebih ringan, up to date, dan global, yang cocok untuk perempuan masa kini yang dinamis dengan mobilitas yang tinggi," papar Amy.

Di samping para model yang mempragakan busana, para perempuan senior juga ikut serta. Rachmini Rahma Uno atau yang biasa dikenal Mien Unoberjalan di atas catwalk dengan percaya diri sambil menggoyangkan badannya mengikuti irama musik.

Selain Mien Uno, ada juga Inggrid Kansil, Rima Melati, Dewi Motik, dan Sonia Wibisono yang berlenggak-lenggok di runway sembari memamerkan koleksi kebaya koleksi masing-masing. Mien menjadi ‘model’ penutup fashion show Perhimpunan Kebayaku, Rabu 7 Desember 2016, di Ballroom Raffles Hotel Jakarta.

Ditemui usai menjadi ‘model’, Mien mengatakan sangat senang berpartisipasi dalam acara ini. Berlengggak lenggok di atas catwalk pun bukan pengalaman baru baginya. “Saya sering diminta jadi model seperti ini, saya ingin membawa nuansa ceria, karena saya senang membahagiakan orang lain,” ujarnya.

Berikut ini foto kegiatannya.




AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Raker dengan Kementerian BUMN membahas Isu Penjualan BUMN

News image

Pada hari selasa, 10 Oktober 2017, Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun mengikuti Rapat Kerja yang diadakan Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN. Dala...

Selasa, 10 Oktober 2017

Penerimaan Masukan Para Ahli Terkait UU LPMPUTS

News image

Pada Hari Senin, Tanggal 02 Oktober 2017, Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun sebagai salah satu anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, mengikuti Rapat...

Senin, 2 Oktober 2017

Kunjungan Ke Daerah Pemilihan Jakarta Barat

News image

Bpk. Drs. H. Adang Daradjatun mengadakan Acara Kunjungan ke Daerah Pemilihan (kundapil) beliau, yaitu daerah pemilihan (dapil) DKI III yang meliputi...

Minggu, 1 Oktober 2017

next
prev