Bola Basket, dan nostalgia antar SMU Cetak E-mail
Berita Utama
Senin, 06 Juni 2011 00:00

Jakarta - Adang Daradjatun bersama tema-teman alumni SMU Budi Utomo angkatan 67 menyaksikan pertandingan bola basket di Gelora Bung Karno kemarin (2 Juni 2011). Pertandingan yang diikuti oleh para alumni SMU tahun 1980-an ini berjudul The 2nd 80’s Allstars Basket Ball di Hall A Gelora Bung Karno yang berlangsung dari 2-11 Juni 2011.

“Kami mencoba untuk merangkul semua rekan-rekan alumni di SMA se-Jakarta yang gemar main basket. Kami tahu bagaimana rasanya dekat dan cinta dengan basket," kata Hendra Dermawan, Ketua Panitia.

The 2nd 80s All Stars Basketball adalah sebuah invitasi bola basket yang kedua kalinya dihelat oleh Kharisma Empat, sebuah badan usaha yang didirikan oleh gabungan alumni SMAN 4 Jakarta. Tujuan dari event ini, selain meningkatkan atau memupuk kegemaran akan bola basket, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar alumni," tandas Hendra di Hall A, kemarin (3/6).

Idenya mencuat saal beberapa tahun lalu,para alumni SMAN 4 menggelar reuni. Dari sebatas ngobrol-ngobrol, mereka beranggapan perlu adanya sebuah kegiatan positif dari momen reuni-an, bukan sekadar pesta hura-hura, temu kangen sambil membawa anak, yang kebanyakan tak jelas hasilnya.

Sepakat punya sepakat, akhirnya tercetus dulu mendirikan Kharisma Empat. Setelah aktif di sejumlah kegiatan sosial, maka terpicu pula menggelar event spesial bagi para alumni untuk bertemu kembali di lapangan basket. "Tahun lalu, invitasi ini cukup sukses kami gelar pada Juli-Agustus 2010. Saat itu kami mengundang alumni dari 11 sekolah, memang sengaja kami batasi dulu. Eh temya-ta melalui email dan kontak telepon, banyak sekolah yang pada iri. Mereka meminta diundang untuk tahun ini," cerita Hendra.

Maka di edisi kedua ini, terdapat banyak penambahan peserta. Di putra ada alumni dari SMAN 1. SMAN 3. SMAN 4, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 8, SMAN 68, SMAN 70, SMA Tarakanita, SMA Theresia, dan SMA PSKD 1. Sedangkan di putri, ada SMAN 1, SMAN 3. SMAN 4, SMAN 6, SMAN 7, SMAN 8, SMAN 68, SMAN 70, SMA Tarakanita, SMA Theresia dan SMA PSKD 1. "Tahun lalu di putrinya SMAN 70 yang juara. Kalau di putra diambil Perguruan Cikini. Tapi,mungkin sudah nggak pantas disebut putra-putri ya," canda Hendra.

Benar juga! Sesuai peraturan invitasi ini, untuk sektor putri pesertanya minimal harus berusia 40 tahun. Kalau alumni putra, minimal berumur 42 tahun. "Kami juga melakukan verifikasi peserta. Harus dilengkapi ijazah dan KTP. Tidak boleh comot alumni sekolah lain. Sejauh ini, tidak ada kendala. Mungkin para alumni itu gengsi juga membawa alumni dari SMA lain," ucap Hendra.

Terlepas dari persyaratan usia, invitasi ini tak bedanya dengan pertandingan basket biasa. Durasi waktu 4x10 menit. Peraturan yang dipakai pun sama dengan standar biasa, tak ada dispensasi. "Paling bedanya lagi adalah soal jumlah pemain. Tim boleh punya banyak pemain, bebas asal dari satu sekolah. Makanya kadang-kadang terlihat di bench itu ada sampai 15 pemain cadangan. Wah, kalau saat pemanasan tim, lapangan sudah seperti pasar," katanya.

Tensi pertandingan pun tak surut meski pelakunya sudah tua. Mungkin rivalitas mereka saat masa-masa SMA masih terbawa, yang malah membuat game jadi menarik. Apalagi pas ibu-ibu yang main. Meski gerakan atau speed mereka tak seperti masa mudanya, namun karena memiliki dasar ber-main basket yang baik, game di invitasi itu tak terlihat membosankan.

Saat duel rebounds, gesekan diantara mereka yang saling tak mau kalah menambah seru. Apalagi di bangku penonton, masing-masing pendukung kian membangkitkan perseteruan lama. Yel-yel pancingan emosi dan sebagainya, plus tentunya sorakan dari anak-anak mereka.

"Di sini semuanya kumpul kembali. Di sini semua rasa penasaran waktu zaman 80-an dulu bisa ditumpahkan kembali. Ketemu teman lama satu sekolah, atau lain sekolah. Atau ketemu dengan pacar lama, memang have fun namun tetap sportif dan fair," ujar salah satu peserta dari alumni SMAN 1 Jakarta, Rino Efendi.knio menceritakan,- tahun lalu saat dia yang dipercaya sebagai koordinator alumni SMAN 1, cukup kesulitan mengumpulkan rekan-rekan tim. "Saya hubungi ik.it.ui alumni meminta data. Satu persatu ngumpul dalam rentang waktu kira-kira satu bulan. Kalau tahun sekarang cukup gampang. Soalnya mereka sudah pada tahu bahwa invitasi ini bakal hadir. Event ini benar-benar positif, buat membuktikan bahwa bola basket itu tak ada matinya," landas Rino. Ajang ini tak hanya memberikan reward kepada para juara invitasi. Untuk best supporter dan juga tim favorit juga disediakan penghargaan.

(tim adangdaradjatun.com dari indopos)

berikut foto kegiatannya. 


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Buka Puasa dan Serap Aspirasi Masyarakat Jakarta Barat

News image

Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun melakukan buka puasa bersama dan serap aspirasi masyarakat Jakarta Barat pada 20 Juli 2014. Kegiatan rutin...

Minggu, 20 Juli 2014

Buka Puasa dan Serap Aspirasi di Jakarta Utara

News image

Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun melakukan Buka Puasa dan Serap Aspirasi Masyarakat di Jakarta Utara pada 19 Juli 2014 Hadir dalam kegiatan...

Sabtu, 19 Juli 2014

Buka Puasa bersama di Cipete

News image

Adang Daradjatun bersama keluarga mengadakan buka puasa bersama di Cipete Jakarta pada 11 Juli 2014. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dihad...

Sabtu, 12 Juli 2014

next
prev