Keras Tapi Lembut PDF Cetak E-mail
Testimoni
Jumat, 09 Januari 2009 10:07

ADRI ACHMAD DARADJATUN,

Anak pertama, lahir 26 Oktober 1972

 

“Yang paling saya ingat ketika saya kecil, papa adalah seorang yang keras dalam mendidik kami. Keras dalam arti disiplin. Kadang saya merasa papa amat keras, terutama dalam hal kami sudah diharuskan berada di rumah jam tertentu, tetapi saat saya dewasa, saya merasakan manfaatnya.”

“Yang paling menyenangkan, sewaktu kami ma­sih kecil-kecil, papa sering sekali mengajak kami bepergian. Paling tidak mengunjungi kakek-nenek ke Sukabumi, sebulan sekali, Juga kami selalu diajak menengok kakek-nenek di Cilandak Walau­pun saya tahu papa cukup sibuk (tentu belum sesibuk sekarang) tetapi papa selalu meluangkan waktu untuk kami, anak-anaknya.”

“Waktu saya kuliah di Michigan-USA, saya sering sekali merasa kesepian dan biasanya papa lah (tentu mama juga) yang mendorong dan menyemangati saya. ‘Jangan pulang, teruskan ...’ begitu nasehatnya, setiap saya menilpon. Dan memang berkat dorongan papa lah akhirnya saya bisa bertahan sampai selesai. Saya mengambil ju­rusan Bisnis Internasional.”

“Dalam karir di kepolisian, saya memandang papa sebagai orang yang berhasil. Orangnya apa adanya, lurus, dan banyak orang menghargai papa karena sifatnya. Seringkali saya mendengar orang luar memuji papa yang bersih. Dan saya bangga mendengarnya.”

“Sejak awal saya terjun dalam bisnis, papa melarang saya masuk ke institusi kepolisian. Betul-betul melarang. Bagus juga karena sewaktu teman-teman diperiksa dengan dugaan macam-macam, KKN atau apa... saya tidak pernah diperik­sa karena memang saya tidak terjun ke situ.”

“Ada juga saat-saat menyedihkan, yaitu waktu papa bertugas di Ambon. Saya ingat betul, kalau papa pulang untuk beberapa hari, maka saat be­rangkat untuk kembali ke sana, kami mengantar-nya sambil bertangisan di Airport. Sediiih rasanya melihat papa pergi ...”

“Papa amat sehat. Seingat saya selama tiga pu­luh tahun, saya belum pernah melihat papa sakit atau mengeluh kesakitan. Atau mungkin saja per­nah, tetapi karena papa tidak mau menyusahkan orang lain, jadi sakitnya dirasakan sendiri, tanpa diperlihatkan.”

“Sekarang setelah saya menjadi ayah, ada ke­inginan untuk mendidik anak seperi beliau. Hanya mungkin agak dikurangi kerasnya. Tapi saya tahu dalam hati ia orang yang lembut. Sangat lembut malah. Ia mudah tersentuh.”

“Ia makan sangat teratur, juga olahraga. Saya mengikutinya, tetapi terus terang belum serutin papa. Saya bermain golf teratur, dan juga tenis. Tetapi papa melakukan semuanya: sit-up, lari, berenang, tenis, golf.”

“Saya rasa setelah pensiun nanti, papa masih akan membaktikan dirinya untuk Negara dan di manapun, ia akan memberikan yang terbaik. Itu pasti!”

 

Sumber: Mengabdi tanpa Henti 


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Jenderal Low Profil

News image

Jakarta - Pak Adang ini adalah jenderal yang low profil. Tidak banyak jenderal yang saya lihat seperti Pak Adang ini yang terlihat kalem dan sangat me...

Selasa, 13 Oktober 2009

Pak Adang Orangnya Lembut Seperti Pak Hidayat

News image

Jakarta - "Aneh, kenapa Anda tidak menjadi Gubernur, ya? Kata Ketua umum MURI Jaya Suprana kepada Adang Daradjatun. Ucapan ini disampaikan sewaktu pen...

Minggu, 21 Juni 2009

Adang Berjiwa Besar

News image

Adang Daradjatun, di mata Bapak Ali, tokoh masyarakat RT. 007/08, Pesing Koneng, sebagai sosok berjiwa besar.Sikap tersebut menurut Ali, ditunjukkan A...

Selasa, 12 Mei 2009

next
prev