Correct, ramah, murah senyum, santun dan profesional PDF Cetak E-mail
Testimoni
Senin, 30 Maret 2009 05:08

 

Saya bertemu pertama kali dengan Bapak Adang Daradjatun pada bulan Mei 1977. Ketika itu saya menjabat sebagai Panglima Kodam VI Siliwangi dan pada satu kesempatan menghadap Jendral TNI M. Panggabean, Menhankam/Pangab. Sebelum manghadap secara normative protokoler saya bertemu terlebih dahulu dengan Perwira Ajudannya. Saya sangat terkesan pada ajudannya. Perwira Ajudan tersebut berpenampilan correct, ramah, santun, profesional. Perwira Ajudan itu adalah Kapten Polisi Adang Daradjatun, lulusan AKABRI tahun 1971.

Pada saat itu saya telah menilainya bahwa "Kapten Polisi Adang Daradjatun ini suatu hari pasti akan mencapai suatu posisi yang tinggi di dalam jajaran Kepolisian Republik Indonesia". Ternyata penilaian saya tidaklah keliru, pada ta hun 2004 Bapak Adang Daradjatun telah men jabat sebagai Wakil Kepala Polri dan berpangkat Komisaris Jenderal Polisi.

Tanpa saya duga, ternyata perkenalan perta ma pada tahun 1977 tersebut berlanjut dengan hubungan yang lebih akrab dan penuh kekeluar gaan. Pada tahun 1988, sekembali dari melak sanakan tugas sebagai Duta Besar RI di Kuala Lumpur Malaysia, saya telah berkenalan dengan Ibu Nunun Daradjatun. Ketika itu saya sudah Purnawirawan, dan perkenalan berlanjut dengan membuat suatu kesempatan untuk melakukan usaha bersama yang bergerak dalam bidang pem bangunan telekomunikasi dengan sistem pola bagi hasil. Ibu Nunun menceritakan bahwa dia adalah keluarga ABRI, dan mengatakan bahwa suaminya adalah seorang Perwira Menengah Polisi bernama Adang Daradjatun. "Jangan-jangan Perwira Polisi yang simpatik yang saya kenal tahun 1977 dulu," pikir saya ketika itu. Ternyata benar dugaan saya, dalam suatu acara kekeluargaan saya bertemu kembali dengan Bapak Adang Daradjatun yang pada tahun 1988 itu berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan bertugas di Mabes Polri.

Sejak tahun 1988 itulah, hubungan kami sema kin meningkat baik, bukan hanya akrab secara per orangan, namun juga secara kekeluargaan. Saya perhatikan bahwa Ibu Nunun sebagai seorang istri, sangat besar perhatiannya dalam menun jang dan membantu kesuksesan karier sang sua mi. Saya mengamati sejak tahun 1988 itu karier Bapak Adang semakin menapak maju, dan pada tahun 1997 beliau menyandang Bintang Perwira Tinggi di pundaknya.

Sekalipun Bapak Adang sudah berpangkat Jendral, namun beliau tetap tidak meninggalkan "trade mark" nya yaitu sikap yang correct, ramah, murah senyum, santun dan profesional. Semoga Bapak Adang akan selalu sukses, baik di dalam hidup berumah tangga maupun dalam bidang pe kerjaan apapun yang digelutinya, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa akan selalu melimpahkan taufik & hidayah-Nya kepada Jendral Adang Daradjatun beserta keluarganya, Amien.


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Jenderal Low Profil

News image

Jakarta - Pak Adang ini adalah jenderal yang low profil. Tidak banyak jenderal yang saya lihat seperti Pak Adang ini yang terlihat kalem dan sangat me...

Selasa, 13 Oktober 2009

Pak Adang Orangnya Lembut Seperti Pak Hidayat

News image

Jakarta - "Aneh, kenapa Anda tidak menjadi Gubernur, ya? Kata Ketua umum MURI Jaya Suprana kepada Adang Daradjatun. Ucapan ini disampaikan sewaktu pen...

Minggu, 21 Juni 2009

Adang Berjiwa Besar

News image

Adang Daradjatun, di mata Bapak Ali, tokoh masyarakat RT. 007/08, Pesing Koneng, sebagai sosok berjiwa besar.Sikap tersebut menurut Ali, ditunjukkan A...

Selasa, 12 Mei 2009

next
prev