Melestarikan Budaya Sunda lewat Internet PDF Cetak E-mail
Kliping Berita
Rabu, 14 Februari 2007 21:33
JAKARTA--MIOL: Banyak cara untuk menjaga kelestarian budaya agar tidak diklaim orang asing. Seperti yang dilakukan Paguyuban Simpay Wargi Urang, yang mengupayakan melindungi kesenian dan budaya Sunda melalui situs internet.

''Jangan sampai kejadian seperti angklung atau tempe yang telah diklaim pihak asing. Melalui internet ini, masyarakat dunia bisa langsung mengetahui apa saja kesenian dan benda budaya yang dimiliki bangsa Indonesia,'' kata Dede Yusuf, penggagas situs internet tersebut, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Di dalam situs tersebut akan dijelaskan secara rinci sejarah dari sebuah kesenian atau benda budaya. Dede Yusuf memberikan contoh misalnya sejarah alat musik angklung, kecapi, suling, dan lainnya yang menjadi ciri khas musik tradisional Sunda dijelaskan dengan cukup rinci hingga perkembangan terkini.

''Dengan penjelasan itu diharapkan setiap orang atau negara tidak dengan mudah mengklaim kesenian atau budaya Indonesia menjadi milik mereka,'' ujar Dede.

Ia pun menyesal karena Malaysia telah mengklaim angklung adalah alat musik asli Malaysia. ''Ini sudah telanjur, dan menjadi pelajaran berharga. Jangan sampai semua kesenian diklaim asing karena kita tidak punya kepedulian terhadap warisan budaya sendiri.''

Karena itu, kata Dede, situsnya itu akan dihubungkan dengan jalur situs lainnya, baik dalam maupun luar negeri. ''Memang butuh upaya, tetapi yang penting kita harus berusaha,'' ujarnya.

Simpay Wargi Urang yang dalam bahasa Indonesia berarti ikatan warga kita adalah sebuah paguyuban yang beranggotakan masyarakat Sunda yang bertekad melestarikan kesenian dan budaya Sunda.

Sejumlah seniman lainnya yang ikut mendirikan paguyuban itu antara laun Acil Bimbo, Sam Bimbo, Adang Dorodjatun, Inge Kansil, dan Denny Chandra.

Beralamatkan www.simpay-wargiurang.com, situs tersebut nantinya akan diisi dengan beragam tulisan yang menyangkut kesenian dan kebudayaan Sunda.

''Kita menerima masukan dari siapa saja untuk memberikan informasi mengenai kesenian atau kebudayaan tradisional Sunda untuk dimasukkan dalam situs ini,'' ungkap Inge Kansil, yang menjadi salah satu tim kreatif dari situs tersebut.

Untuk melengkapi situs tersebut, paguyuban itu juga berencana meluncurkan atau melengkapinya dengan membuat buku berjudul Who's Who tentang kebudayaan Sunda yang telah ada. ''Kita akan dokumentasikan kesenian tradisional Sunda, dan tokoh masyarakat dalam rangka mengangkat kembali kebudayaan Sunda. Intinya kita sebagai orang Sunda jangan sampai melupakan kebudayaan Sunda,'' ungkap Dede. (Eri/OL-01)-- 


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Seribu Sepeda Motor Antik Gelar Kontes

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak seribu lebih motor tua keluaran zaman kolonial Belanda gelar kontes di Kota Malang. Mayoritas motor tua yang dihad...

Sabtu, 23 April 2011

KPK, Polri, Kejaksaan Perlu Koordinasi Lebih Baik

News image

TEMPO Interaktif, Jakarta - Rapat kerja komisi hukum dengan Komisi Pembarantasan Korupsi, Kapolri dan Kejaksaan kembali berlanjut Kamis (19/11). Agend...

Rabu, 18 November 2009

Turnamen Golf Sumpah Pemuda, Minggu

News image

Jakarta – Alumni Boedoet Golf (ABG) kembali menggelar turnamen golf berskala nasional untuk menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda ke-81 di Jagorawi Golf Co...

Minggu, 1 November 2009

next
prev