Presiden Doakan Saya Semoga Sukses PDF Cetak E-mail
Kliping Berita
Minggu, 15 Juli 2007 10:01
ADANG Daradjatun sejatinya bukan orang partai. Tetapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan hakul yakin dan bulat mendukung jenderal polisi ini untuk maju dalam Pilkada Jakarta. Seperti apa visi dan misi Adang dalam membangun Jakarta. Dan apa pula pendapatnya ketika dikeroyok koalisi besar? Berikut sejumlah pemikiran Adang seperti disampaikan kepada reporter Situs Berita Rakyat MerdekaZul Sikumbang dalam wawancara khusus di rumahnya Jalan Cipete Raya No 39C, Jakarta Selatan. 

Apa motivasi Anda untuk ikut menjadi Cagub DKI Jakarta? 

He…he…. Memang ini menarik motivasinya. Ada dua motivasi kenapa saya ikut dan mau menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pertama, alasan sentimentil. Agak sulit untuk menceritakan kepada orang yang belum pernah hidup di Jakarta tahun 50-60an. Ada alasan yang sentimentil karena saya sudah berumur 58 tahun dan 56 tahun saya hidup di Jakarta, kecil, besar hingga dewasa. Dulu itu Jakarta begitu indah, begitu bersih, jumlah masyarakatnya tidak terlalu banyak. Setiap blok ada sekolahan, SD, SMP dan SMA. Juga di setiap blok itu ada kolam renang, ada lapangan bola yang sekarang hanya tinggal lapangan blok A dan Blok S. Waktu saya kecil, Jakarta begitu indah. Yang saya lihat sekarang ini tidak demikian dan saya ingin Jakarta seperti dulu, lebih indah. 

Kedua, alasan idealisme. Saya sengaja mengundurkan diri sebagai Wakapolri dan menghadap presiden sebagai calon gubernur. Saya bersyukur kepada Tuhan karena saya masih diberikan kekuatan, kesehatan. Saya pikir kalau saya pensiun, saya pikir sayang kalau tidak mengabdi kepada negara. Akhirnya idealisme saya tentang perubahan yang pernah saya lakukan di jajaran di Polri tahun 1997-1998 yang saat itu saya menjadi Ketua Tim Reformasi Polri. 

Jadi saya maju karena ada idealisme untuk perubahan Jakarta ini dan juga kenangan-kenangan manis waktu dulu. Tapi yang pasti adalah idealisme saya, mengabdilah kepada bangsa ini. 

Bagaimana reaksi Presiden SBY? 

Saya menghadap presiden sekitar 9 bulan yang lalu. Waktu saya bilang pada Kapolri dan Kapolri bilang nggak usahlah dulu, kita perpanjang saja satu tahun. Tapi saya bilang, kalau saya diperpanjang padahal saya tetap akan maju sebagai cagub dan saya lihat saya sebagai Wakapolri tidak bisa masuk ke kampung-kampung, mengunjungi majelis taklim pada malah hari, karena ada protokoler, yang pada akhirnya menimbulkan rasa risih saya kalau tetap sebagai Wakapolri. Saya lalu menghadap Presiden diantar oleh Kapolri. Presiden bilang silahkan saja 

Ada pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono waktu itu? 

Ya, ada tiga pesan SBY waktu itu. Karena saya yang minta mundur, saya mohon doa restu dari Presiden. Presiden mendoakan semoga saya sukses menjadi calon gubernur. 

Kok bisa pilihan jatuh pada Partai Keadilan Sejahtera? 

Memang menarik. Kalau ada pejabat yang mau pensiun, maka ada orang atau partai yang menawarkan untuk bergabung ke dalam suatu partai. Dari beberapa partai itu yang saya ketemu selama satu tahun, banyak partai yang menawarkan agar maju sebagai calon gubernur. Dalam perjalanan saya melihat kok PKS yang terus menerus berhubungan dengan saya. Selain itu, PKS memiliki idealisme tentang perubahan. Saya juga menyampaikan apakah anda (PKS) tidak salah memilih saya. Karena bagi saya perubahan dan idealisme, pemberantasan KKN pasti akan saya lakukan. Pada akhirnya PKS mengerti saya dan saya juga mengerti PKS. 

Artinya bapak menawarkan diri? 

Sama-sama ya. Itu terjadi di rumah saya. Bahkan PKS begitu tajam sampai-sampai menanyakan gaji, kenapa rumah saya sampai begini, sebab seorang polisi tidak mungkin punya rumah megah seperti ini. Saya jelaskan semuanya dan PKS bisa mengerti. 

Sebelum mengundurkan diri, Anda sudah bersama PKS? 

Ya, tapi sebelum mengundurkan diri, saya sudah bersedia menjadi cagub bersama PKS. 

Bagaimana dengan Dani Anwar, apa keunggulan pasangan Anda ini? 

Nanti kita akan bicara dengan birokrasi, birokrasi bicara tentang kepemimpinan tentang orang-orang yang harus mengabdi. Birokrasi DKI Jakarta konsepnya adalah pelayanan. Harus betul-betul melayani masyarakat. Kalau untuk DKI adalah masalah leadership. 

Pak Dani selama 5 tahun adalah anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dan akhirnya menjadi ketua Komisi E. Selanjutnya adalah, dia lahir dan besar serta sekolah di Jakarta, jadi dia tahu tentang Jakarta. Masalah politik di birokrasi tidak menjadi suatu masalah, dalam teorinya kita bisa bersama dengan orang yang ada dalam organisasi, bagaimana me-manage kepala dinas, kepala biro agar organisasi itu bisa jalan sesuai dengan cita-cita yang diharapkan yaitu aman, sejahtera dan modern. 

Bagaimana Jakarta sekarang ini serta perubahan-perubahannya? 

Visi dan misi saya adalah Jakarta yang sejahtera, aman dan modern. Sejahtera. Sekarang ini di Jakarta pengangguran terus meningkat. Program pertama adalah bagaimana mengurangi pengangguran tersebut melalui ekonomi kerakyatan (UKM). Kita berikan peluang dengan cara memberikan modal serta bimbingan sehingga menjadi enterpreneur sehingga mengurangi pengangguran dengan tingkat kriminalitas yang tinggi seprti kenakalan remaja, narkotika. Saya lebih ingin Bank DKI memberikan modal atau mungkin ada proyek padat karya seperti program kebersihan kali dimana masyarakat yang menganggur itu dibiayai, mengerjakan proyek kebersihan kali tersebut. Minimal jangan ada pengangguran-pengangguran. 

Masalah pendidikan. Saya akan berpihak kepada masyarakat miskin. Kalau masyarakat kelas menengah ke atas yang sudah mempunyai kemampuan menyekolahkan anaknya bahkan sampai ke luar negeri, biarkanlah mereka. Tapi siapa yang mikiran masyarakat menengah ke bawah yang untuk masuk sekolah dengan biaya Rp 150 ribu tidak bisa dan harus membawa kembali anaknya pulang. Mudah-mudahan dengan APBD Jakarta Rp 21 triliun dan sudah memberikan 20 persen untuk pendidikan, bisa saja SMU tidak dikenakan bayaran. Mudah-mudahan. 

Kesehatan, dalam teorinya ada beberapa persyaratan untuk sehat yaitu bagaimana mengubah perilaku orang untuk bersih, lingkungan bersih dan pelayanan kepada pasien. Sekarang ini bagaimana memberikan pelayanan terhadap yang sakit dan mengubah perilaku hidup sehat. Yaitu dengan menciptakan kebersihan dengan membersihkan got-got dan jalan-jalan kampung, nggak susah kok. Pelayanan penting tapi lebih penting mengubah perilaku untuk hidup sehat. 

Apa yang cocok? 

Saya akan membangun asuransi kesehatan (Askes), memang sudah ada pada tingkat nasional tapi tidak semua orang mendapat asuransi kesehatan. Setiap orang miskin di Jakarta harus punya askes dengan harapan saat masuk rumah sakit, rumah sakit tidak ragu-ragu karena sudah memiliki kartu askes. Sekarang kan sering terjadi, datang ke rumah sakit, minimal tidak diusir atau tidak dilayani oleh petugas. 

Askes itu dasarnya adalah kebersamaan, ada subsidi untuk orang miskin sama sekali dan penuh, subsidi untuk masyarakat menengah tapi dipotong serta orang yang punya (the have), ya maaflah, mungkin mereka bisa membantu orang yang miskin. 

Membangun rumah susun untuk orang miskin. Namun ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur dan tidak semudah itu saja masuk ke Jakarta. Jakarta memang bukan daerah yang tertutup, minimal ada operasi justisia yang berkelanjutan sehingga tidak mudah orang tinggal di Jakarta. Sekarang kalau mau dibuat rumah susun berapa banyak pun tidak akan mampu menampung masyarakat menengah ke bawah. Sebab otonomi daerah belum maju lalu datang ke Jakarta mencari uang. Jadi harus ada penegakan hukum, bukan berarti melanggar UUD 45. Pemda mereka harus menjaga agar warganya tidak telantar di Jakarta. 

Rasa aman juga diciptakan terutama untuk investasi dan pariwisata. Aman itu menjadi syarat utama bagi saya, maka kesejahteraan harus didahulukan. Jadi kalau masyarakat sejahtera, kriminalitas tidak akan terjadi. 

Jakarta harus modern. Bukan harus bangun gedung tinggi. Saya akan mengutamakan bagaimana warga Jakarta ini bisa mengubah sikap untuk disiplin, bertanggung jawab, beretika. Sikap yang modern yang harus dibangun ke depan. 

Untuk masalah banjir, saya akan meneruskan pembangunan banjir kanal timur, pembuatan dan fungsi waduk/setu penampung air dilakukan lagi serta bekerja sama dengan provinsi tetangga Jakarta seperti Jawa Barat untuk membangun waduk serta pemerintah pusat. Juga diupayakan untuk membangun sumur resapan oleh masyarakat 

Untuk mengatasi kemacetan, kita punya program untuk mengatasi kemacetan Jakarta dengan beberapa cara. Jaringan jalan, pembatasan jalan dan angkutan massal. Apa yang sudah dilakukan pemerintah DKI Jakarta sudah baik dan itu akan diteruskan sepertiunderpass, memberikan kesempatan lebih luas kepada pejalan kaki. Saya akan meningkatkan kapasitas busway. Kereta api listrik, sistem jalannya sudah bagus tapi kebersihan, keamanan dan harus memberikan kenyamanan seperti di Jepang. 

Pembatasan kendaraan juga perlu dilakukan seperti kendaraan yang tak laik jalan harus diistirahatkan. Tegakkan hukum dimana mobil tua sepanjang tidak berasap, remnya bagus, boleh jalan seperti diluar negeri. Begitu juga dengan pembuatan KTP. Setiap kelurahan pembayaran untuk pembuatan KTP berbeda-beda. Jadi harus ada ketetapan khusus dan transparansi dalam birokrasi. Saya akan bangun transparansi itu dalam birokrasi dan masyarakat harus mengontrol itu. 

Bagaimana Anda menilai pemerintahan Sutiyoso selama 10 tahun? 

Bagi saya, bagus dalam arti fisik. Tapi kita harus fair juga bahwa ada masalah yang belum tuntas seperti sampah, pasar tradisional yang mengalami kesulitan, tidak terkendalinya carrefour, pasar moderen yang mematikan pasar tradisional. Keseimbangan harus dijaga. ***

AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Seribu Sepeda Motor Antik Gelar Kontes

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak seribu lebih motor tua keluaran zaman kolonial Belanda gelar kontes di Kota Malang. Mayoritas motor tua yang dihad...

Sabtu, 23 April 2011

KPK, Polri, Kejaksaan Perlu Koordinasi Lebih Baik

News image

TEMPO Interaktif, Jakarta - Rapat kerja komisi hukum dengan Komisi Pembarantasan Korupsi, Kapolri dan Kejaksaan kembali berlanjut Kamis (19/11). Agend...

Rabu, 18 November 2009

Turnamen Golf Sumpah Pemuda, Minggu

News image

Jakarta – Alumni Boedoet Golf (ABG) kembali menggelar turnamen golf berskala nasional untuk menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda ke-81 di Jagorawi Golf Co...

Minggu, 1 November 2009

next
prev