Adang: Bammus Jabar Bersifat Apolitis PDF Cetak E-mail
Kliping Berita
Kamis, 02 Juli 2009 20:59
BANDUNG - Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bammus) Jawa Barat diharapkan menjadi rumah besar bagi urang Sunda di tanahnya sendiri. Organisasi kebudayaan itu pun menjadi wadah regenerasi kepemimpinan urang Sunda yang bersifat independen dan terbebas dari kepentingan politik mana pun.

"Bammus Jabar tidak boleh dibawa ke ranah politik ataupun menggantungkan diri kepada kepentingan politik tertentu. Namun, kalau ada generasi Sunda yang duduk di kepemimpinan nasional, tidak ada salahnya Bammus memberikan apresiasi dan dukungan," kata Ketua Umum Bammus Adang Daradjatun, Minggu (8/3), saat mendeklarasikan Bammus Jabar di Bandung.

Setiap orang Sunda yang tergabung dalam Bammus dibebaskan untuk memilih afiliasi politik masing-masing. Namun, terlepas dari apa pun partai politik dan afiliasi politiknya, kata Adang, urang Sunda harus mengemban wangsit Siliwangi, yakni silih asih, silih asah, dan silih asuh.

Sebagai rumah besar bagi urang Sunda, menurut Adang, Bammus Jabar bertanggung jawab atas regenerasi urang Sunda baik di tataran regional, nasional, maupun internasional. Bahkan Bammus harus berani bersikap jika ada yang menghalang-halangi kemajuan orang Sunda. Selama ini banyak kaum cerdik pandai dari kalangan Sunda. Namun, segenap potensi itu belum bisa dimaksimalkan. Adang membandingkan generasi Sunda dengan generasi dari etnis lain yang jumlahnya lebih kecil tetapi bisa menduduki posisi penting dan memengaruhi kebijakan negara. Hal itu merupakan pelecut semangat bagi urang Sunda untuk membuktikan dirinya mampu berbuat serupa.

Hapus stigma


Bammus Jabar juga ingin menghapus stigma etnis Sunda sebagai kelompok yang tidak mudah disatukan. "Pemikiran-pemikiran yang justru melemahkan urang Sunda sendiri seharusnya dihilangkan dan tidak terus-menerus ditanamkan di generasi selanjutnya," kata Adang.

Ketua Umum Bammus Jabar Memet Hamdan mengatakan, Bammus sekaligus menjadi wahana mendiskusikan persoalan orang Sunda baik yang berada di Jakarta, Banten, maupun Jabar. Persoalan itu meliputi bidang ekonomi, sosial, kebudayaan, dan politik.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Jenderal Bammus Jabar Andri P Kantaprawira. "Di dalam Bammus Jabar berhimpun orang-orang Sunda berintegritas tinggi yang diharapkan mampu memberikan masukan bagi kepentingan regional maupun nasional," ujarnya.

Sejumlah tokoh Jabar tercatat menduduki posisi struktural di kepengurusan harian Bammus Jabar, antara lain Dede Mariana (pengamat politik), Indra Perwira (ahli hukum dan tata negara), Mubiar Purwasasmita (ahli lingkungan), dan Agung Sutisno (Ketua Kadin Jabar).

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan berharap urang Sunda tidak terlena dengan kebanggaan kesukuan. Alasannya, saat ini urang Sunda di Jabar terbelit sejumlah persoalan yang membuat mereka sulit maju. "Bagaimana bisa maju kalau tingkat pendidikan rendah, angka pengangguran tinggi, dan kematian ibu dan bayi tinggi," katanya. (REK)

Sumber: Kompas

(tim adangdaradjatun.com0
AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Seribu Sepeda Motor Antik Gelar Kontes

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak seribu lebih motor tua keluaran zaman kolonial Belanda gelar kontes di Kota Malang. Mayoritas motor tua yang dihad...

Sabtu, 23 April 2011

KPK, Polri, Kejaksaan Perlu Koordinasi Lebih Baik

News image

TEMPO Interaktif, Jakarta - Rapat kerja komisi hukum dengan Komisi Pembarantasan Korupsi, Kapolri dan Kejaksaan kembali berlanjut Kamis (19/11). Agend...

Rabu, 18 November 2009

Turnamen Golf Sumpah Pemuda, Minggu

News image

Jakarta – Alumni Boedoet Golf (ABG) kembali menggelar turnamen golf berskala nasional untuk menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda ke-81 di Jagorawi Golf Co...

Minggu, 1 November 2009

next
prev