Adang: Suara SBY di Jakarta Capai Target PDF Cetak E-mail
Kliping Berita
Senin, 13 Juli 2009 01:06

VIVAnews - Sepanjang siang hingga malam hari ini, di televisi dan berbagai macam pemberitaan menayangkan hasil hitung cepat pemilihan presiden.

Dari enam lembaga survei, ditambah dengan data realcount sementara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), menyatakan pasangan SBY-Boediono peroleh suara yang cukup untuk dapat melenggang ke kursi nomor satu  di Republik Indonesia.

Dari perolehan suara final dari hasil hitung cepat, rata-rata menunjukkan angka di atas 60% yang menyebar di seluruh provinsi. Hanya Puskaptis yang menetapkan angka terakhir bagi pasangan Boediono di bawah angka rata-rata, tepatnya 57,95%.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) paska siaran langsung di TransTv secara cepat mengeluarkan press release tentang perolehan suara.

Dalam rilisnya disebutkan hasil lengkap prediksi perolehan suara. SBY Boediono dinyatakan unggul 60,82%, Mega-Prabowo 26,57% dan JK-Wiranto peroleh suara 12,61%.

Dengan hasil ini, LSI memastikan pasangan SBY-Boediono yang diusung oleh 24 Partai Politik Koalisi sebagai Presiden terpilih. Prediksi ini diyakinkan dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 1 persen yang berarti hasil prediksi bisa ke atas dan kebawah maksimal 1%.

Sementara di tingkat Provinsi suara SBY-Boediono, sebagaimana rilis tersebut menyebutkan perolehan yang signifikan di Nanggroe Aceh Darussalam pada kisaran 93,37%.

Dengan catatan, toleransi di tingkat provinsi dengan dengan tingkat nasional sedikit berbeda besarannya. Tidak disebut dalam rilis tersebut besaran tingkat toleransi di tingkat provinsi oleh LSI. Namun, diperkirakan ia tak lebih dari 2-4%.

Jakarta Sesuai Target, Adang Bersyukur

Yang menarik dan mendapat perhatian dari masyarakat luas, adalah hasil prediksi di Provinsi DKI Jakarta.

Rilis LSI menyebut perolehan suara Megawati-Prabowo sebesar 19,79%, SBY-Boediono 71,25& dan JK-Wiranto 8,96%. Jakarta dianggap menarik tentu saja karena karakteristik masyarakat ibukota yang beragam di samping Jakarta sendiri sebagai ibukota metropolitan.

Di dalamnya banyak orang terpelajar, disamping pula terdapat masyarakat yang kurang mendapat pendidikan yang baik. Juga terdapat golongan orang yang sangat kaya dan mereka yang masih tergolong tidak mampu.

Aneka ragam sifat dan karakter penduduk di Jakarta yang memenangkan pasangan SBY-Boediono ini tentu saja tidak lepas dari usaha meyakinkan dan memberikan penilaian positif terhadap pasangan ini.

Tak mudah memenangkan suara rakyat, apalagi meyakinkan mereka untuk memberikan ketetapan pilihan terhadap pemimpin yang dianggapnya mampu dan bijak.

Ketua Tim Kampanye Daerah (Kamda) DKI Jakarta Adang Daradjatun, demi melihat hasil rilis ini menyatakan bersyukur bahwa apa yang telah menjadi cita-citanya memenangkan SBY-Boediono di Jakarta dapat dicapai.

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Jakarta yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada pasangan SBY-Boediono untuk menjadi presiden para periode mendatang ini," tuturnya.

Kerja sama tim tentu saja menjadi modal untuk memenangkan pasangan ini. "Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh partai koalisi, organisasi masyarakat, relawan pendukung atas kerjasamanya selama ini.

Demikian pula kepada seluruh tim Kamda DKI yang telah memberikan waktunya untuk kesuksesan pasangan SBY-Boediono," pungkas Adang yang juga menjadi legislatif terpilih pada periode mendatangini.

Adang mengharapkan, apa yang telah diusahakan selama ini dalam periode yang cukup panjang dan melelahkan dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna. "Semoga pasangan SBY-Boediono dapat melaksanakn dan segera membangun Indonesia yang sejahtera, demokratis dan berkeadilan seperti yang sering disampaikan kepada rakyat selama ini," kata Adang.

Hasil Akhir KPU Tetap Ditunggu
Mantan Wakapolri ini menyadari bahwa rilis LSI ini masih merupakan prediksi yang bisa saja tidak tepat. Namun, dengan melihat sejarah hitung cepat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, hitung cepat bisa menjadi alat pengontrol perolehan suara yang cukup baik.

Hitung cepat diakui dapat membantu memberikan penjelasan kepada publik secara lebih cepat berkenaan dengan perolehan suara. Track record yang diusung oleh hitung cepat di republik ini menunjukkan bahwa trend hasil yang ditunjukkan tidak berbeda jauh dengan hasil resmi pada beberapa hari selanjutnya dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Meski hitung cepat mendapat respon positif dan mendapat kepercayaan di mata publik, keputusan akhir dari KPU tetaplah menjadi pegangan kuat sebagai landasan hukum," demikian ungkap Adang Daradjatun kepada redaksi sembari mengingatkan.

(Sumber: Vivanews.com)


AddThis
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Masukkan Kode Anti-Spam yang ada pada Gambar di Atas Pada Kolom Kosong Di Sampingnya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Seribu Sepeda Motor Antik Gelar Kontes

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak seribu lebih motor tua keluaran zaman kolonial Belanda gelar kontes di Kota Malang. Mayoritas motor tua yang dihad...

Sabtu, 23 April 2011

KPK, Polri, Kejaksaan Perlu Koordinasi Lebih Baik

News image

TEMPO Interaktif, Jakarta - Rapat kerja komisi hukum dengan Komisi Pembarantasan Korupsi, Kapolri dan Kejaksaan kembali berlanjut Kamis (19/11). Agend...

Rabu, 18 November 2009

Turnamen Golf Sumpah Pemuda, Minggu

News image

Jakarta – Alumni Boedoet Golf (ABG) kembali menggelar turnamen golf berskala nasional untuk menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda ke-81 di Jagorawi Golf Co...

Minggu, 1 November 2009

next
prev