Login




 

Selamat Datang di website ini.

Saya Yakin, banyak hal yang bisa dilakukan untuk negeri ini. Namun, tanpa peran serta Anda, keyakinan itu hanya keinginan belaka.

Karenanya, saya mengundang Anda untuk turut menjadi bagian penting dalam membangun bangsa ini agar lebih baik.

Sampaikan Saran, Kritik, Aspirasi dan Masukan Anda di sini. Saya akan selalu berusaha mendengarkan dengan baik semua aspirasi, pandangan dan suara dari Anda.

Terima kasih



Adang Daradjatun

Aspirasi Rakyat

Form Aspirasi Klik Di SiniForm Aspirasi Klik Di Kini :
Untuk mengisi "Aspirasi Rakyat" silahkan klik di sini


Budi     05 Oktober 2009 23:40 |
Pak tolong diperhatikan juga biaya pendidikan untuk sekolah berkebutuhan khusus (SLB) utamanya yang negeri, yang sampai saat ini belum tersentuh karena mereka juga bagian dari masyarakat kita, apalagi dengan kondisi mereka yang seharusnya lebih diperhatikan. terima kasih

Nisya     02 Oktober 2009 07:40 |
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Yth. Bapak Adang Daradjatun,
berikut aspirasi teman-teman mahasiswa UI mengenai lingkungan kita yang kurang bahkan tidak bebas sampah. Mungkin terdengar klise, tapi percayalah bila ada kesungguhan hati maka lingkungan bebas sampah akan dapat tercipta. Kita bisa memulai dari hal kecil yaitu memilah dan memilih dan sampah menjadi dua bagian dulu (organik dan non-organik)kemudian bisa seperti Jepang yang telah membagi menjadi tujuh bagian. Sampah bisa dimanfaatkan bahkan memajukan ekonomi rakyat. Teman-teman mahasiswa akan sangat berterima-kasih bila ada ketegasan dari pemerintah.

I. PENDAHULUAN

Sampah selalu dianggap sebagai barang yang sudah tidak berguna lagi. Padahal kalau kita ada sedikit kemauan untuk memilah dan memilih sampah, maka sebenarnya sebagian sampah yang dibuang masih memiliki nilai pakai bahkan nilai jual. Peraturan menteri pekerjaan umum tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP) dinilai masih sebatas teori belaka karena pada kenyataannya kurang bahkan tidak terlaksana.
Masyarakat yang semakin berkembang pesat juga menghasilkan banyak sampah. Terutama daerah perkotaan yang menjadi penghasil sampah terbesar. Berdasarkan data-data BPS tahun 2000, dari 384 kota yang menimbulkan sampah sebesar 80.235,87 ton setiap hari, penanganan sampah yang diangkut ke dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah sebesar 4,2 %, yang dibakar sebesar 37,6 % , yang dibuang ke sungai 4,9 % dan tidak tertangani sebesar 53,3 %.1 Semakin bertambahnya penduduk dan perumahan membuat produksi sampah dan limbah semakin membengkak. Bila dibiarkan akan menimbulkan berbagai penyakit.
Di Purwokerto yang berpenduduk sekitar 12 juta jiwa, tiap hari mereka menimbun 26.945 meter kubik atau sekitar 6.000 tong sampah.
Berdasarkan data BPS tahun 2000, tingkat pelayanan sampah secara nasional saat ini hanya mencapai
kurang lebih 40 %, dengan kualitas pelayanan yang belum memadai. Kondisi tersebut masih jauh dari
standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan yaitu 60 % dengan pelayanan pengumpulan atau pengangkutan minimal seminggu 2 kali. Sedangkan masyarakat yang tidak mendapatkan akses pelayanan serta tidak cukup memiliki lahan untuk proses pengolahan setempat cenderung membuang sampahnya disembarang tempat dan melakukan pembakaran sampah secara terbuka.
Selain itu buruknya kualitas TPA telah memicu berbagai kasus protes masyarakat yang diikuti oleh
berbagai tindak perusakan fasilitas seperti yang terjadi di TPST Bojong dan TPA Bantar Gebang bahkan
korban meninggal seperti yang terjadi di TPA Leuwigajah dan Bantar Gebang.
II. PERMASALAHAN
? Populasi penduduk yang meningkat menyebabkan jumlah sampah juga semakin meningkat.
? Pola hidup masyarakat semakin konsumtif
? Sampah langsung dibuang tanpa ada pengelolaan sampah secara tepat guna
? Sampah yang menggunung merusak pemandangan dan menimbulkan aroma tidak sedap
? Sampah seyogyanya dipilah dan dipilih agar memiliki nilai daya guna
? Kurangnya pengetahuan masyarakat
? Para peniliti yang kurang berpartisipasi
? peraturan dan kebijakan pemerintah telah ada namun kurangnya sifat berkesinambungan untuk terus konsisten menjalankannya
? Pemilahan dan pemilihin sampah sebelum dibuang ke TPA mengurangi timbunan
? Kurangnya pengawasan kinerja para perkerja karena tempat sampah tiga golongan hanya teori belaka karena faktanya tetap menyatu di truk sampah
? Terlalu lamanya jangka waktu evaluasi pemerintah yang dianggap tidak efisien karena sehari saja sampah yang dihasilkan penduduk sangat besar.
? Sepanjang jalan tol cengkareng terlihat tumpukan sampah padahal jalan tersebut merupakan jalan menuju bandara internasional. Sungguh memalukan.
? Pengangkutan sampah yang terlalu lama yaitu minimal dua minggu seklai dinilai tidak efisien karena sampah sudah menggunung dan bercampur.
? Timbunan sampah yang sudah terlanjur menggunung tersebut sebaiknya diapakan? (catatan tumpukan sampah tersebut belum dipisahkan)


III. TUJUAN
? Mengurangi timbunan sampah yang semakin membesar dari tahun ke tahun
? Terciptanya pemukiman rumah bersih dan sehat
? Mengajak partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk memilah dan memilih sampah sejak dini dan dari rumah sendiri
? Mengklasifikasikan tempat sampah menjadi tiga bagian yaitu di seluruh tempat-tempat umum seperti sekolah, universitas, mal, rumah sakit, restoran, tempat ibadah sehingga memudahkan petugas
? Menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan indah.

IV. PEMBAHASAN
? Klasifikasi sampah
Sampah Organik Bisa Didaur Ulang: kertas, kardus, koran, majalah
?Sampah Organik Tak Bisa Didaur Ulang: sisa makanan, daun, sisa sayuran, dll.
?Sampah Non-organik Bisa Didaur Ulang: logam (besi, alumunium, tembaga), botol, bekas botol minuman, kaleng, plastik, kaca, dll
Sampah Non-organik Tak Bisa Didaur Ulang: plastik yang tidak bisa diaur ulang, baterai bekas, dll.
Sampah-sampah yang bisa didaur ulang baik organik maupun non-organik bisa dijual. Seperti yang dilakukan Pak Djajat di kota Bogor. Dalam satu minggu minimal mereka bisa mendapatkan dana tambahan Rp. 50.000 dari barang bekas daur ulang ini. Satu bulan berarti kira-kira Rp. 200.000. Jumlah ini justru lebih tinggi nilainya daripada pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Sedangkan sampah non-organik yang tidak bisa didaur ulang seharusnya dibakar. Namun, saat ini mereka belum memiliki incinerator untuk membakar sampah. Jika sampah ini dibakar langsung akan diprotes warga, karena asapnya ke mana-mana dan masuk ke rumah-rumah warga. Dengan incinerator, cerobong bisa dibuat tinggi sehingga asap bisa langsung ke udara. Selain itu pembakaran bisa berlangsung sempurna dan mengurangi pencemaran udara.
Sampah organik diolah menjadi kompos. Kompos dapat diolah lagi menjadi pupuk organik untuk dijual. Atau digunakan sendiri untuk menanam tanaman hias, tanaman apotik hidup, atau tanaman sayuran/buah-buahan.
? Sampah organik bisa dijadijan pupuk kompos melalui alat komposter sederhana dan mudah diterapkan bahkan oleh anak kecil (seperti yang dilakukan Pak Kadir di Pandanrejo yang telah menyebar 112 buah komposter di sekitar rumahnya)
? Pekerjaan di bidang lingkungan ini dapat memperluas lapangan pekerjaan dan memanfaatkan para pengangguran atau pengamen atau pemulung atau para pengemis yang sebenarnya mampu berkerja.
? Setiap hari pekerjaan dibagi menjadi dua shift: shift pagi mulai dari jam 8 – 12 dan shift siang mulai dari jam 12 sampai jam 16. Setiap shift dua orang yang bekerja. Pekerja shift pagi bertugas untuk mengambil sampah dari rumah-rumah warga. Petugas shift kedua bertugas untuk memilih-milih sampah, mana sampah yang bisa didaur ulang dan mana sampah yang akan dikomposkan. Mereka kerja sehari libur sehari masuk, jadi hari kerjanya 15 hari kerja. Satu shift setiap pekerja diberi upah Rp. 10.000. tidak terlalu besar tetapi cukup lumayan untuk mereka. Selain itu para pekerja juga sering mendapatkan tip dari warga.
? Barang-barang bekas bisa dimodifikasi menjadi barang daya guna seperti plastik bungkus makanan atau minuman
? Perlu adanya lokasi pengolahan sampah di tiap-tiap kecamatan (sayangnya pak RT/RW biasanya sudah tua, serabutan, ga peduli, warganya juga males, hwaha...)
? Mulai mengurangi jumlah sampah dengan beberapa cara sederhana : mengganti tissu dengan sapu tangan kecuali untuk beberapa hal mendesak lainnya, bawa tas belanja sendiri untuk mengurangi kantong plastik kresek, jangan buru-buru buang spanduk, karung goni, dan plastik karena bisa dimodifikasi menjadi scarft, katong sepatu, sarung tas, tas belanja, tas mungil, bahan dasar clutch, sandal rumah, dompet, dan lainnya.
? Negara maju sudah mulai melirik organic clothing yang terbuat dari katun organik bebas bahan pestisida dan bahan kimia lainnya. Mereka lebih memilih menggunakan penyubur tanaman alami, termasuk zat pewarna pakaian alami dan aman untuk lingkungan.
? Perlu kerjasama antara pihak pemerintah dan swasta untuk mengurangi sampah yang dihasilkan
VI. KESIMPULAN
Solusi yang dapat kami berikan :
? Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpastisipasi dan konsisten menjalankannya, untuk terus merangsang dapat dilakukan pemberian hadiah kecil-kecilan bagi rumah tangga yang telah memisahkan sampahnya. (dana dari iuran, sumbangan, pajak, dll)
? Penyuluhan kepada masyarakat terutama anak-anak sejak dini dari sekolah ke sekolah untuk lebih meningkatkan kepedulian akan kebersihan lingkungan.
Terima Kasih atas perhatiannya.
   Jawaban Jawaban:
Nisya yang baik, terima kasih atas aspirasi dan ajakan kepada seluruh masyarakat tentang pengelolaan dan penanganan sampah.

Sebelum mencalonkan diri sebagai Gubernur Jakarta saya pernah menuangkan pemikiran saya tentang berbagai hal dalam sebuah buku berjudul JAKARTA MAS. Dalam tulisan itu, salah satu pemikiran pokok diantaranya adalah penanganan sampah.

Saya sepenuhnya sependapat dengan apa yang diutarakan oleh Nisya, bahwa penanganan sampah adalah mutlak dan perlu disegerakan mengingat sampah jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan efek yang negatif, baik dari segi lingkungan, hingga kesehatan.

Dalam tulisan itu, saya menggarisbawahi pengelolaan sampah yang dilakukan secara terpadu dengan menggunakan tehnologi tinggi sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat, di saat lain bisa membuat sampah menjadi produk yang bernilai.

Kampanye besar pengelolaan sampah setidaknya terdapat 2 hal yang perlu diperhatikan. Pertama kampanye penggunaan barang atau wadah organik yang sampahnya dapat diolah menjadi bahan organik yang bermanfaat seperti pupuk.

Kedua, kampanye 3 Re, yakni Reuse, Recondition, dan Recycle. Yang dimaksud dengan "Reuse" adalah mengajak masyakarat menggunakan barang atau peralatan yang masih dapat digunakan dan tidak segera menjadi sampah. "Recondition", berarti memanfaatkan barang-barang yang sebisa mungkin direkayasa/digabung menjadi barang yang bisa dimanfaatkan. Sementara "Recycle" berarti mengajak peran serta masyarakat untuk melakukan daur ulang bahan-bahan bersifat organik agar bisa menghasilkan produk bermanfaat.

Untuk melaksanakan itu, secara khusus, saya mengajak seluruh pimpinan sebagai contoh tauladan untuk turun langsung memimpin gerakan bersih lingkungan melalui berbagai program bagi lingkungannya dengan mengajak serta elemen tokoh-tokoh lokal untuk berpartisipasi. Di tingkat lembaga pendidikan, guru/dosen agar bisa menjadi pioner mengajak siswa/mahasiswanya belajar memanfaatkan sampah dan menjadikan sampah sebagai sahabat lingkungan yang harus dikelola dan bisa dimanfaatkan.

Titik tekannya, suri tauladan, contoh perilaku dan keinginan dari para pemangku amanat kekuasaan agar mau dan peduli untuk memperhatikan lingkungan agar ke depan, anak cucu bangsa di masa mendatang dapat tetap menghirup udara segar dan menjaga lingkungan tetap lestari.


Terima Kasih.


Adang Daradjatun

NB: Baca lebih lanjut pemikiran saya tentang sampah di http://www.adangdaradjatun.com/perspektif/pandangan/1229-menuju-jakarta-mas-bagian-21-habis

Kamdi     12 September 2009 08:18 |
Selamat pa Adang. Semoga semakin mantap dan tambah sukses selalu...
   Jawaban Jawaban:
terima kasih

Heru     11 September 2009 14:04 |
Pak, kenapa ya VCD / DVD kompetisi binaraga indonesia gak pernah saya temui di daerah saya (kalimantan tengah)? Jadi susah memantau perkembangan binaraga nasional yang hampir semuanya dilaksanakan di jakarta. Di sini jadi semakin tertinggal. Apakah PB PABBSI / sponsor mendokumentasikannya? Jika ya, bisa gak saya minta copy-an vcd / dvd nya?

Anda Sukanda     11 September 2009 09:33 | Majalengka
Assalamu'alaikum warohmatulloh
Selamat melaksanakan Ibadah Shaum Ramadhan...
Semoha lebih berkiprah lagi di "Lembaga Legislatif", Bapak telah Sukses di Pemilihan Gubernur DKI lalu... meski tak duduk jadi gubernur. Wassalamu'alaikum

Rumah Baca Palabuhanratu (RBP)     03 September 2009 14:06 |
Rumah Baca Palabuhanratu (RBP) adalah sebuah kegiatan yang dikembangkan oleh sekelompok masyarakat Palabuhanratu dalam bentuk menyediakan tempat membaca bagi masyarakat yang tinggal di Palabuhanratu dan sekitarnya. Tempat membaca ini terbuka untuk umum dan diperuntukkanbagi siapa saja yang berminat untuk membaca dan mendapatkan bahan bacaan yang bermutu, positif dan bermanfaat secara GRATIS dan TANPA DIPUNGUT BIAYA.

RBP telah direncanakan berlokasi di dua tempat yaitu di Kampung Cipawenang, Jl. Raya Cisolok No 8, Rt22/7, Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Palabuhanratu, Sukabumi –Jawa Barat dan di Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Palabuhanratu, Sukabumi – Jawa Barat. Rumah Baca Palabuhanratu adalah milik masyarakat, hasil swadaya masyarakat dan akan dikelola oleh penduduk setempat demi kepentingan masyarakat sekitar. Nantinya RBP diharapkan ditempatkan pada sebuah lokasi independen dengan melibatkan peran serta masyarakat secara penuh.

Rumah Baca Palabuhanratu bertujuan memberikan kemudahan akses kepada penduduk di daerah pedesaan untuk mendapatkan bacaan yang bermutu, positif dan bermanfaat dalam bentuk buku, majalah, komik, tabloid, buku fiksi dan non-fiksi dan informasi-informasi lainnya secara cuma-cuma. Dari kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjembatani kesulitan para pelajar di daerah pedesaan di dalam mendapatkan bahan-bahan bacaan pelajaran serta mudah-mudahan bisa menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

mari bergabung di "Rumah Buku Palabuhanratu" Facebook

Kami Menanti Sumbangan Buku buku dari anda (Baru ataupun Bekas )pasti akan bermanfaat.

Hubungi kami :
Eka Zulkarnaen : eka.f1racing@ptqmp.com
ekalucky_01@yahoo.com
Diki Zulfikar : zulfikardiki@yahoo.com
Dino : dino@harpersbazaar.co.id

Thx. Dino

Dedi Sunandar     04 Agustus 2009 11:48 | Jakarta Timur
Ass,
Yth. Bapak Adang Daradjatun
di
tempat

Dengan hormat,
Sebelumnya saya ucapkan salam hangat dan ucapan doa untuk kesehatan Bapak dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Saya mohon Informasi untuk Sekretariat BAMUS SUNDA wilayah Jakarta yang mana Bapak sebagai Ketua Umum dari BAMUS SUNDA untuk periode 2008-2011. Untuk maksud silaturahmi dengan Para Pengurus dan sebagai wadah untuk berdiskusi dan mengetahui serta terlibat dalam Program Kerja dari Organisasi BAMUS SUNDA ini.
Mohon untuk diberikan Jawaban dari keingintahuan yang ada pada diri saya.

Wassalam

Dedi Sunandar

slamet     25 Juli 2009 00:47 | jakarta
selamat buat Jendral Adang Daradjatun yang telah berhasil menjadi tim sukses SBY Boediono dan berhasil memenangkan Jakarta dengan prosentase 70%, dahsyat. semoga bapak Adang bisa terus berjuang untuk Rakyat. Membantu Indonesia..
Memerangi Terorisme.

salam

hudayapisan     19 Juli 2009 14:49 | banten
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
salam pa adang, Sukses selalu ya...

tiri     02 Juli 2009 03:16 | indonesia
terus maju dan bangkitkan bangsa seperti sedia kala.......

Slamet Suraban     01 Juli 2009 04:43 | Bekasi
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Kepada ibu capres dan cawapres SBY-Boediono yth. Sebagai sesama muslim, kita wajib saling mengingatkan.Untuk itu akan lebih terhormat di mata Allah...dan juga di mata sesama muslim yang patuh kepada Allah..ibu SBY dan Ibu Boediono mulai menutup aurat. Saya yakin dalam hati Bapak SBY dan Bapak Boediono....lebih senang kalo istri menutup aurat (jilbab). Itu hukumnya wajib...silahkan tanya para ustadzah mendukung pasangan SBY-Boediono. Smoga terpilihnya SBY-Boediono...akan membuktikan bahwa pasangan tersebut betul2 muslim yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia yang mayoritas muslim. Smoga!!!

budi     28 Juni 2009 07:35 | Duri Pulo, Jakarta Pusat
Aslm.

Kang Adang, bade ngiring tumaros saha wae eta anu tiasa janten anggota BAMMUS Sunda teh? Naha tiasa upami abdi ngiringan aktif. Sateuacana abdi kantos di Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS) Tasikmalaya.

Hatur nuhun

oan tea     16 Juni 2009 23:39 |
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
wilujeng atuh
http://syifapunktur.wordpress.com/
http://plh8.wordpress.com/

fatima     14 Juni 2009 19:07 | jakarta
Selamat menjadi Anggota DPR RI, Bapak Adang Daradjatun yang terhormat.

Kami selalu mendukung Bapak menjadi wakil rakyat yang suka datang ke kampung-kampung. Mengunjungi masyarakat, layaklah Bapak mewakili kami.

Kami doakan juga atas dukungan Bapak ke Presiden SBY untuk bisa semakin mensejahterakan masyarakat, bisa membantunya menjadi salah satu Menterinya.. Amin.... :)

Jiro.Jiro     10 Juni 2009 22:01 | Jakarta
Assalamualaikum pak adang. di era Pilkada kemaren saya salah satu org yg menghujat pak adang di media internet. saya minta maaf ya pak. skarang kita 1 kapal mendukung SBY-Boediono. Lanjut GAN!!! :grin

Arin     07 Juni 2009 09:23 | Jakarta
Congratulation for a new design to this site. eye catching...

juanita suriaatmaja     07 Juni 2009 00:02 |
Selamat lah ka SBY saparakanca kenging dukungan ti Kang Adang. Untuk pisan euy SBY tiasa ngamanfaatkeun popularitas si Akang... Sabenerna mah kuring asa mang lebarkeun kang adang pipilueun jadi tim sukses Capres..Asa bageur teuing si akang mah ngadukung Capres nu ieu mah..Tapi ngaranan ge pulitik nya kang? Astagfirullohaladzim.

baktos :(

shaifeenkum     04 Juni 2009 20:52 | Jakarta
Assalamualaikum.wr.wb

Kite dukung Bang Adang Jadi Menteri atau Ketua Komisi 1.
turut berharap Bang Adang Istiqomah memperjuangkan kepentingan Umat ame Dakwah. oh iya Bang, perlu juga nich ente bangun jaringan di Jabar, siapa tahu Abang di percaya ama rakyat pasundan pimpin jabar.

wasalam
shaifeenkum

aji pratama     03 Juni 2009 15:57 | Jakarta
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Terus terang, sy baru mengenal Bapak ketika Bapak mencalonkan diri jadi Cagub DKI Jakarta. Alhamdulillah, sekarang Bapak terpilih sebagai anggota DPR RI. Sy harap, walaupun Bapak dicalonkan dari PKS, Bapak tidak berjuang tuk PKS semata. Sekalipun Bapak dicalonkan dari salahsatu dapil di Jakarta, sy harap Bapak sebagai 'urang Sunda' juga mau berjuang tuk kepentingan jawa barat dan masyarakat sunda.

Alfan E Sani     29 Mei 2009 15:35 |
Jakarta, 13 Mei 2009

Asmlkm WrWb,

Bang Adang "Selamat Ulang Tahun" Insya Allah selalu diberikan Kesehatan dan Kemudahan. Amin Ya Rabb.

Wss
Alfan
IkaBoedoet'70


205
Aspirasi
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>