Login




 

Selamat Datang di website ini.

Saya Yakin, banyak hal yang bisa dilakukan untuk negeri ini. Namun, tanpa peran serta Anda, keyakinan itu hanya keinginan belaka.

Karenanya, saya mengundang Anda untuk turut menjadi bagian penting dalam membangun bangsa ini agar lebih baik.

Sampaikan Saran, Kritik, Aspirasi dan Masukan Anda di sini. Saya akan selalu berusaha mendengarkan dengan baik semua aspirasi, pandangan dan suara dari Anda.

Terima kasih



Adang Daradjatun

Aspirasi Rakyat

Form Aspirasi Klik Di SiniForm Aspirasi Klik Di Kini :
Untuk mengisi "Aspirasi Rakyat" silahkan klik di sini


Sunyoto     11 Januari 2010 21:11 |
Kami ucapkan terima kasih kepada Bang Adang atas kiriman 1 (satu) set Marawis dan mesin pembuat kompos ke RW.08 Kelurahan Pademangan Barat-Jakarta Utara,kami sebagai Pengurus RW.08 sangat berbangga hati melihat seorang pemimpin seperti anda mau datang ketempat kami yang kumuh dan sesak, dan sarana yang diberikan telah dimanfaatkan oleh warga dan Karang Taruna dengan baik. Bravo untuk Bang Adang dan Tim.....

12345678     13 Desember 2009 16:19 | medan
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
bukti nyata kecurangan CPNS yg selama ini pemerinah suka menantang msyarakat MANA BUKTINYA...
kecurangan yang terjadi di PEMKO MEDAN pengadaan cpns desember 2009
ANTARA FORMASI YANG DI BUTUHKAN DENGAN PNGUMUMAN BERBEDA dapat di lihat di website pemko medan
bukan hanya itu
jabatan auditor teknik sipil di pegang sarjana
hukum
padahal persyaratan awal
JABATAN TEKNIK DI PEGANG JURUSAN TEKNIK
JABATAN EKONOMI DI PEGANG JURUSAN EKONOMI
kalau beda di anggap gugur
kode jabatan auditor 331 kode jurusan sipil 831
jadi nomer peserta 318310...
tapi yang keluar sarjana hukum 338350...
ada lagi pemda daerah dengan mudah pindah kedaerah lain dengan membayar sejumlah uang data dapat dil1hat di BKD daerah

ahmad     26 November 2009 21:36 | Jakarta Utara
Aslm, Pak adang seperti yang bapak tugaskan waktu kampanye yang lalu saya ahmad ka.dpra pks marunda mengingatkan bapak untuk tentang janji bapak untuk berkurban sapi diwilayah marunda RW 01 dekat kampus STIP Jakarta. Maaf pak saya diminta warga karena pesan bapak kepada saya untuk mengingatkan masalah tersebut tersebut diatas kepada bapak. Atas perhatian dan tindak lanjutnya saya ucapkan terima kasih
   Jawaban Jawaban:
Terima kasih sebelumnya. Ahmad bisa hubungi ke panitia lokal di beberapa lokasi yang telah ditunjuk di Jakarta Utara dan Barat. Khusus Marunda, distribusi bisa ditanyakan langsung ke Panitia di Masjid Nur Daradjatun.

apip supriadi     16 November 2009 16:16 | tasikmalaya jawa barat
salam kenal pa daradjatun
membaca tulisan ttg 2 kemungkinan gempa di tasikmalaya,... menurut pendapat saya justru mereka itu pada umumnya menginginkan tindakan yang nyata dan bisa dilakukan oleh masyarakat,, sementara kalau program terumbu nkarang memang memungkinkan dalam jangka panjang sebatas dana yang diberikan oleh pemerintah memadai.
masyarakat ingin perekonomiannya cepat pulih.... kira2 program yang tidak memerlukan waktu lama dan masyarakat dapat melaksanakannya.. apa ya pak?

Adrianz     13 November 2009 09:18 | Depok
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Jangan Membenarkan Diri sendiri terus...
Mari jujur satu sama lain, jangan sampai negara kita hancur karena ke-EGOIS-an semua pihak/oknum...

Jangan Permainkan Sumpah, Ingat Bahwa Kiamat Sudah Dekat. Banyak" Bekal.

Untuk DPR, Hentikan Tragedi bodoh dalam Kasus KPK Vs. Polri...
Jangan mau d manfaatkan media!

Rudi Agung     11 November 2009 07:44 | Jakarta
Melihat rapat Komisi III dg polisi, kejagung,dan koalisi LSM banyak yang kecewa. Bahkan di Fb ada group gerakan desak PAW- Fachri Hamzah.

Seolah Fachri wabil khusus Komisi III tdk pro rakyat. Kenapa ya Kang? Banyak yang khawatir PKS tak lagi dilirik masyarakat, kiprahnya di DPR kurang mewakili.

Mohon penjelasnnya Kang, termasuk dg Bpk Fachri dan kenapa sikap beliau sperti itu. Mudah-mudahan ada pencerahan. Jzk

mfb     08 November 2009 17:20 | serang
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
kami berharap bapak senantiasa istiqomah, disaat kami merasakan "kok rasanya sangat sulit mencari figur ideal" di tanah air pada era yang katanya penuh dengan kebebasan (reformasi) ini?

SUDIYANTO SARWAN     07 November 2009 20:48 | CIMAHI
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Yang harus dipikir serius adalah petani yang berlahan sempit ,mereka sangat sulit keluar dari kemiskinan,sementara subsidi untuk mereka masih sangat sedikit misalnya bantuan bibit,penyuluhan dalam era otda saat ini anggaran buat petani yang berlahan terbatas perlu dicarikan solusi yang tepat

Mila M. Djamhari     07 November 2009 09:22 | Surabaya
Sangat menyedihkan melihat adegan telenovela KPK Vs Polri episode Komisi III. Bagaimana mungkin anggota Dewan terhormat tidak mengapresiasi Suara Rakyat. Saya pernah mengagumi Bapak sebagai Polisi yang Baik tapi sekarang saya kecewa karena Bapak bagian dari Dewan yang tidak peduli Suara Rakyat. Tolong juga sampaikan pada rekan separtai Bapak (Sdr Fachri) dan Pimpinan PKS mengapa moral agama berubah menjadi moral berkuasa...

Ancha     07 November 2009 08:59 | Makassar
Saya ingin pertanyakan, kenapa makassar makin lama makin tidak terurus rakyatnya? Knp setiap layanan umum misalkan: air ledeng(PAM), listrik, telpon. Semua itu tidak berjalan dengan baik sesuai keinginan masyarakat. "Listrik" saja sering dipadamkan sekitar 4 sampai 3 kali sehari. "PAM" dimakassar pinggiran airnya sudah tidak lancar bahkn tak dapat setetes pun alias kering skali. "Telepon" knp setiap listrik padam telpon pun ikut padam, hrsnya kn beda seprti yg dulu. Dari ke 3 hal diatas, apakah ini namanya mensejahterahkan masyrakat atau bahagiakn masyrakat. Menurut aku tidak!!. Malahan masyrakat dijajah secara halus ibarat membunuh secara perlahan. Kalau bisa negara INDONESIA ini di hentikan saja jika makin hari tidak ada perkembangan.tolong jelaskan pada kami agar kami tidak berpikir yg negatif. TOLONG...DIRESPON...

Ecky Ariodamar     04 November 2009 06:04 | Jakarta
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Alangkah baiknya advokat tdk berpihak ke manapun.. Advokad itu bagaikan medium yg hrs sll ada di porosnya. Krn dr jabatan yg disandang.. amat nyata beratnya tanggung jwb yg dipikul.. baik tanggung jwb thdp diri sendiri, klien, masyarakat umum, dan yg plg berat adalah pertanggung jwban kpd ALLAH sang MAHA ADIL...

Tatang Kosasih     30 Oktober 2009 20:01 | Doha Qatar
Kang Adang, damang ? hapunten sateu acan na, bok bilih ngarerepot.
Ana gaduh aspirasi yeuh sareng sagenap rerencangan nu ayeuna ngumbara di nagara batur, nyaeta Qatar.
Kang Adang, punten pang usul keun ka pamarentahan ayeuna khusus na depdiknas, wayahna pang wujud keun yen warga indonesia nu aya di Qatar teh gaduh kahoyong nyaeta hoyong gaduh hiji sakola INDONESIA nu aya di Qatar. Kanggo gambaran nana warga indonesia teh nu ayeuna nyiar kasab didieu teh kirang langkung dugi ka 1500 kk nya minimal tina sa kk gaduh dua murangkalih usia sakola kan aya 3000 anak usia sakola.
Naon sabab na gaduh ka hoyong kawas kieu teh ....??? jawaban nana sabab salami ieu barudak indonesia teh sakarola na di sakola orang india, pakistan, eropa, sareng arab. Keren sih......ngan da walau bagai mana pun urang tetep cinta indonesia, sareng bahasa du dipake pengantar bahasa maranehannana, emang sae nambih pengetahuan berbahasa, ngan da barudak urang kan sateu acan na teu tarerangeun.
Kang Adang.... wayahna pang usul keun sareng desak supaya terwujud dina tahun ajaran payun.
Ana siap tuker infona saputer warga indonesia nu aya di Qatar anu mengingin kan Sakola INDONESIA, sareng ana siap nyambung keun ka warga sanesna.
DI ANTOS FOLLOW UP SARENG REALISASI NA.
Jazakumulloh khoir
wasalam
Tatang Kosasih

wahyu     26 Oktober 2009 23:03 | jakarta barat
Pak...
Kapan Indonesia bisa connect internet gratis...
soalnya kebutuhan internet udah terlalu pesat...
kasihan untuk orang-orang dibawah rata-rata...
mereka juga ingin tahu...
tapi gak punya biasa untuk bayar connection...

Wahyu     25 Oktober 2009 02:14 | jakarta barat
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Sebelum Ane berkata,, Ane minta maaf terlebih dahulu dikarenakan takut terjadi kesalahan dalam ucapan yang Ane katakan...
Survei hidup yang udah Ane denger dari rakyat,, mereka berpendapat bahwa semua Wakil Rakyat yang sudah naik rata-rata lupa dengan perkataannya...
Entah mereka khilaf atau apa itu adalah faktor dari hukum alam yang sudah berlaku...
Contoh dalam pembuatan KTP...
tertulis besar di kantor kelurahan
"BUAT KTP GRATIS"
namun apa yang terjadi???
Mereka yang berada didalam sana selalu membuat alasan..
entah untuk inilah...
entah untuk itulah...
ada aja yang selalu menjadi alasan mereka..
Apakah itu bukan termasuk tindakan Korupsi???
Namun yang diatas tetaplah yang diatas,,, nereka tak mau yang namanya mendengar apa yang diucapkan oleh orang-orang bawah......
Mungkin ente lebih mengerti dari perkataan Ane ini...
Ini adalah suara yang sering terdengar dari mulut rakyat....
Sekali lagi Ane minta maaf...
bukan maksud untuk mengore-ngorek,,,
tapi ini adalah fakta...
Terima Kasih...
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Q-qi she kasep     21 Oktober 2009 17:34 | bogor
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
pak sby hrus'a memper bnyk lapangan kerja untuk orank" yg susah mncari pekerjaan
dan menurunkan harga sembako di klo saja harga sembako tdk turun masyarakat di indonesia akan mati karna sembako tdk turun.sperti sya orang yg tdk pnya dan ade sya yg brumur1 thn menggal karna hrga sembako tdk turun....

B Salamuddin G     20 Oktober 2009 09:47 | Jakarta
Assalamualaikum Wr Wb.
Sebelumnya saya mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak menjadi wakil rakyat, smoga menjadi wakil yang AMANAH.

Satu hal yang ingin saya titip dan saya yakin ini harus Bapak perjuangkan sebagai wakil rakyat, soal penerimaan CPNS. Saat ini sedang ramai-ramainya proses penerimaan CPNS. Salah satunya adalah CPNS Dephan/TNI/Polri, dimana istri saya juga mengikutinya. Sangat kental terasa, tetapi susah dibuktikan, penerimaan ini masih dengan cara-cara tidak jujur, yaitu dengan KKN. Saya kira Bapak pasti mengerti maksud saya.
Yang kami rasakan tentang adanya KKN di sini antara lain: di saat kami melakukan test kesehatan di sebuah RS Dephan/TNI sempat mengobrol dengan beberapa pegawai di sana dan mereka sendiri mengatakan hal tsb. Demikian juga saat yang proses test olahraga, test kesehatan dimana interaksi dengan panitia penerimaan cpns, sangat terlihat dan terasa perlakuan khusus untuk orang-orang tertentu.

Jika tetap begini (tidak ada perubahan dari yang lalu), kapan majunya negara tercinta kita ini??

Terima kasih.
Wassalam,
Sam

Andi Nindita Fadjar     17 Oktober 2009 03:16 | Jakarta
Assalamualaikum Wr.Wb.
Sebelumnya, saya ucapkan selamat kepada Bang Adang atas terpilihnya anda manjadi anggota DPR. Semoga bang Adang dapat menjalankan tugas anda dengan baik.

Di berita hari ini saya mendapat kabar bahwa kota Jakarta ditetapkan oleh WHO sebagai kota terjorok no.3 di dunia. Dengan adanya berita ini saya tidak habis pikir, bagaimana mungkin kota Jakarta masih bertahan di no.3 sebagai kota terjorok di dunia? padahal sudah jelas banyak masyarakat Jakarta yang sudah peduli akan kebersihan kota Jakarta termasuk saya sendiri. Sayapun menerapkan pola menjaga kebersihan kota seperti yang pernah anda terapkan di menuju jakarta mas.
Menurut pendapat anda,dari susut pandang apa yg menyebabkan Jakarta meraih urutan no.3 kota terjorok di dunia?
dan maaf,tanpa bermaksud menyindir yang bersangkutan: menurut anda, apakah ini merupakan hasil kinerja buruk lawan anda saat pemilihan Cagub terdahulu?
Sekian dari saya dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata, baik disengaja maupun tidak.
wassalamualaikum Wr.Wb.

Nindita

saipudin     15 Oktober 2009 14:52 | mataram
SALAM HORMAT . . .

SAYA ADA KELUARGA YANG IKUT JADI TKI LEGAL KE TIMUR TENGAH, TEPATNYA DI SAUDI ARABIA SEBAGAI PRT, SEJAK KEBERANGKATANNYA BEBERAPA BULAN YANG LALU (KURANG LEBIH 6 BULAN) KAMI SALING KONTAK HANYA SEKALI PAS KEDATANGANNYA DISANA, DAN HNGGA SAAT INI KAMI KEHILANGAN KONTAK. BEBERAPA KALI KAMI COBA HUBUNGI DIA TAPI TETAP TIDAK BISA, KAMI SANGAT KHAWATIR DENGAN KEADAAN INI. KEMANA KAMI HARUS BERTANYA??? DAN SIAPA YANG HARUS KAMI HUBUNGI UNTUK MEMPERTANGGUNGJAWABKAN NASIP SAUDARA KAMI BILA TERJADI APA2 DENGANNYA???
MOHON PETUNJUK . . .

Sri Rejeki H     11 Oktober 2009 20:32 |
Yth, Pak Adang Daradjatun
Assalamu'alaikum Wrwb,
Hanya orang-orang yg mampu mendengar suara hati rakyat lah yg layak menjadi PEMIMPIN, yaitu,
Pemimpin yang :
Mampu meraba setiap keluh kesah rakyatnya,
Mampu merasai perasaan rakyatnya,
Mampu menyeruak kata-kata yang tak terucap, rasa -rasa yg tak tersalurkan, sedih dan tawa yang tak terungkapkan.
Pak Adang, semoga Anda mampu menjadi pemimpin yg Visioner, Bijak, tegas dan istiqomah dlm menegakkan kebenaran. Amin.
Satu permasalahan awal yg ingin saya sampaikan, adalah
Masalah penganggulanngan sampah, di TPA Bantar Gebang.
Mohon kiranya, kerjssama antara Pemerintah Prov DKI dg Pemkot Bekasi, dapat ditinjau ulang. Karena lebih banyak dampak negatifnya bagi masyarakat ( rakyat kecil) terutama bagi masyarakat yg tinggal di wilayah terdekat. Salah satu kelebihan yg selama ini dianggap menguntungkan hanyalah , daerah tsb dpt dijadikan lahan utk mencari nafkah bagi para pemulung. ( tp apakah layak, mencari nafkah dari hal spt itu ?, seharusnya para pemimpin sedih melihat rakyatnya mengais ngais dari tempat sampah ).
Hal yg paling berbahaya adalah tingginya tingkat pencemaran yg berdampak pd kesehatan masyarakat, meskipun utk berobat pemda telah memberi fasilitas gratis. Namun, bila keadaan tsb terus menerus dibiarkan berlangsung, tentunya akan berpengaruh terhadap perkembangan Generasi Selanjutnya (anak anak yg kelak akan menjadi penerus bangsa ini).
Jadi, mohon, kebijakan yg diterapkan jangan hanya menguntungkan bagi para pejabat saja ( diantaranya hanya berfikir ttg peningkatan Pendapatan Asli daerah/PAD).
Mohon, kiranya , hal ini menjadi perhatian di DPR dan dapat menyampaikan permohonan ini kpd Pemda Provinsi DKI Jakarta.
Terima kasih.

Wassalam,

Sri Rejeki H,
Kota Bekasi.

Rahmat Widodo     06 Oktober 2009 15:41 | Magelang
Pak Adang. Sebelumnya saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Bapak menjadi anggota dewan legislatif. Semoga, apa yang menjadi cita-cita rakyat secara luas dapat tersampaikan dan dipenuhi. Apalagi berkenaan dengan citra anggota dewan yang agak miring, saya harap bapak menjadi salah satu pioner yang menjadikan dewan sebagai rumah rakyat yang damai dan komunikatif.

Saya hanya titip pesan terhadap kondisi bangsa dimana, persoalan dasar menjadi tumpuan harapan yang semakin lama mengalami keredupan. Diantaranya tentang masih didapat masyarakat yang belum tersentuh pendidikan secara maksimal, kesehatan yang masih sangat terbatas dan juga kesejahteraan ekonomi yang tidak merata.

Kepedulian ini perlu kiranya bisa menjadi roh semangat dalam menjaga arah dan visi pembangunan pemerintah mendatang, mengingat keberhasilan tidak ditunjukkan oleh program sesaat, tetapi mampu memberikan nilai efek yang panjang hingga kepada anak cucu kita nantinya.

Saya yakin pemerintah mempunyai program yang baik ke depan. Dalam pemikiran sederhana saya, tidak ada pemerintah dimanapun yang akan menyengsarakan rakyatnya. Namun perbedaannya, seberapa besar peran dan aksi seseorang yang mempunyai wewenang untuk menjiwai jabatan yang diamanatinya mempengaruhi seberapa kuat ia akan membela rakyatnya. Jika tak sebegitu kuat, saya yakin amanah yang diberikan hanya sekedar lips service semata.

Pun demikian dengan dewan legislatif. Saya berharap sekali ada perubahan dan perbaikan ke depan, tidak saja kepada pemerintah sebagai lembaga eksekutif, tetapi juga pada anggota dewan sebagai lembaga legislatif mampu mengawal dan memperhatikan program2 yang benar-benar mampu dan membela rakyatnya. Tidak sekedar membuat program dan menghabiskan dana yang telah dianggarkan.

Terima kasih.


205
Aspirasi
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>